Suasana dialog Akademik antara mahasiswa dengan pimpinan se Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Aula Gedung Dekanat FT, Senin (11/3) - (Foto: Wahyudin - Profesi\0

PROFESI-UNM.COM – Banyaknya mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), khususnya di Fakultas Teknik (FT) yang mendapatkan drop out (DO) dini menjadi salah satu masalah yang diangkat dalam dialog akademik mahasiswa dengan pimpinan se-FT di Aula Gedung Dekanat FT, Senin (11/3).

Terkait pertanyaan kurang aktifnya dosen penasehat akademik, menjadi salah satu penyebab DO dini, ditanggapi langsung oleh Dekan FT Muhammad Yahya dan Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FT Syahrul.

Syahrul mengaku bahwa setiap akhir semester dua, pihaknya selalu mengklarifikasi indek prestasi belajar sehingga segera meminta dosen PA untuk memandu dan menyampaikan peringatan kepada mahasiswa yang terancam DO dini. Terkait dengan peran dosen PA, kata Syahrul, pihaknya selalu mendorong agar semua dosen PA membuat group WhatsApp dengan mahasiswanya.

“Kita selalu sarankan untuk membuat grup WA, sehingga tidak sulit untuk mencari mahasiswa,” jelasnya.

Dosen PTIK ini juga menjelaskan bahwa ada dua fungsi utama dosen PA yakni membantu mahasiswa agar bisa menyelesaikan studi tepat pada waktunya. Kemudian, kata dia, dosen PA juga bertugas membantu mahasiswanya

dalam menyelesaikan permasalahan baik itu akademik maupun sosial.

“Jadi kalau ada permasalahan sosial, silahkan sampaikan ke dosen PA agar dapat dibantu,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FT, Muhammad Yahya sangat mengapresiasi dialog yang digelar oleh BEM FT karena ini menandakan bahwa pengurus lembaga kemahasiswaan memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada mahasiswa yang baru.

Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif ini menjelaskan bahwa ada tiga faktor penyebab DO dini. Mahasiswa itu sendiri yang tidak mengenal proses akademik, kemudian ada diantara mereka yang lulus di perguruan tinggi lain. Selain itu, kata dia, mahasiswa baru takut karena sering ada pemalakan sehingga mereka takut ke kampus.

“Nah itu alasan mereka. Tapi menurut saya tentu kita harus berbuat,” katanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada LK. Kita seharusnya segera mencari solusi,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada dosen-dosen agar senantiasa membuat grup agar bisa memperhatikan mahasiswa yang dibimbingnya. Jangan sampai, kata dia, mahasiswa yang dibimbingnya ini dalam kesulitan. Sehingga dengan adanya WA mereka bisa berkomunikasi apa saja masalahnya dan sebagainya.

“Kemudian untuk Kajur dan Kaprodi ini, agar PA yang tidak aktif ini agar di aktifkan atau dialihkan saja,” ujarnya. (*)

*Reporter: Wahyudin