PROFESI-UNM.COM – Fahrisal Syam, jurnalis Tribun Timur dan Sutrisno Sulkifli jurnalis Rakyatku.com berbagi kisah seru menjadi seorang jurnalis pada acara Diklat Jurnalistik Abu-abu (DJAa) 2019. Acara ini berlangsung di Aula BP-PAUD dan Dikmas Sulsel, Kamis (7/3).

Fahrisal Syam memaparkan berbagai pengalamannya selama bergelut di dunia jurnalistik. Salah satunya ketika ia berhasil mewawancarai salah satu Waria saat dirinya masih bergelut di Organisasi Pers Mahasiswa, ia mengaku Waria tersebut merupakan narasumber pertamanya saat berstatus sebagai jurnalis.

“Tidak mudah mewawancarai waria, mereka kadang tidak mau bicara dengan sembarang orang. Saya marasa bangga karena bisa melakukan hal yang tidak semua orang bisa lakukan, apalagi liputan pertama,” akunya.

Ia juga memaparkan, selama bergelut di dunia jurnalis ia telah bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda-beda. Selain itu profesi wartawan juga telah membawanya berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau berbicara apakah menjadi jurnalis itu seru, iya sangat seru,” katanya.

Senada dengan Fahrisal Syam, Sutrisno Sulkifli juga mengaku bahwa dunia jurnalistik itu seru. Ia menganalogikan profesi jurnalis itu seperti pintu kemana sajanya doraemon, bisa ketemu dengan siapa saja dan kemana saja.

“Jurnaliskan dilindungi oleh undang-undang. Tidak ada yang boleh melarang mereka untuk mewawancarai siapapun,” paparnya

Meski begitu, tak jarang dirinya juga mengalami teguran atau bahkan intimidasi dari narasumbernya, dikarenakan laporan jurnalistiknya. Tapi menurutnya itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang jurnalis.

“Saya juga sering diintimidasi karena berita, itu resikonya,” jelasnya.


*Reporter: Ratu Fathonah Amalia