Muh. Fahrul Haeri (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Demonstrasi atau istilah dikalangan mahasiswa sering menyebutnya dengan aksi adalah hal yang sering dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kampus khususnya mahasiswa dari kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) . Berbagai tuntutan disuarakan baik dari kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa maupun tuntutan kepada negara yang menyensarakan rakyat kecil.

Aksi demosntrasi dilakukan dengan berbagai cara baik turun kejalan atau melalui media online, baik dengan cara anarkis maupun dengan cara persuasif tetapi intinya sama yaitu menyampaikan aspirasi yang dianggap tidak memihak kepada rakyat kecil

Sebelum melakukan aksi demonstrasi biasanya para korlab atau jenlap mengumpulkan massa sebanyak banyak agar situasi dilapangan dapat meriah atau menjadi gertakan bagi pengambil kebijakan bahwa banyak yang tidak setuju dengan kebijakan yang ia keluarkan.

Ada banyak cara dilakukan untuk mengumpulkan massa yang banyak terkadakang cara yang keras adalah cara yang jitu untuk mengumpulkan massa, biasanya para senior masuk ke ruangan mahasiswa baru ( Maba) dan mengancam mereka ketika tidak mengikuti aksi. terkadang mahasiswa baru bingun aksi apakah ini?, apa yang ingin dituntut?, dan untuk apa kita ikut aksi?.

Dengan adanya cara cara yang keras seperti itu para mahasiswa baru seakan ikut hanya karna paksaan bukan karna kesadaran dari hati nurani yang paling dalam sehingga mereka hanya menjadi massa hore atau hanya sekedar sumbangsi suara HIDUPPP MAHASISWAAA.

Dalam kasus ini pengurus lembaga kemahasiswaan setingkat himpunan/bem harus mampu mengambil tindakan yang persuasif agar mahasiswa baru dapat ikut aksi dengan hati nurani yang paling dalam ataukah memberi pemahaman kepada mahasiswa baru tentang aksi agar mereka mampu mengambil peran saat aksi aksi selanjutnya SALAM PERJUANGAN


*Penulis adalah Muh. Fahrul Haeri, mahasiswa jurusan Pendidikan IPS FIS UNM, angkatan tahun 2016