Presiden BEM UNM, Dwi Reski Hardianto. (Foto: Wahyu Riansyah)

PROFESI-UNM.COM – Beberapa hari terakhir, video Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam viral di media sosial. Dalam video itu, Husain syam menyampaikan bentuk dukungannya kepada dua politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Akbar Faisal dan Ahmad Nelwan atau Beno.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Dwi Resky Hardianto sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh rektor. Menurutnya, tindakan tersebut telah mencederai kampus Eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang ini.

“Sangat mencedarai netralitas dan integritas institusi pendidikan,” katanya saat dihubungi lewat via whatsApp, Senin (18/2).

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) itu juga mengatakan bahwa tidak sepantasnya hal tersebut dilakukan. Apalagi Husain Syam menggunakan jas almamater orange, dan menyebutkan dirinya pimpinan tertinggi di kampus yang dikenal sebagai pencetak pendidik. Menurutnya, seruan dukungan terhadap Caleg dengan dalih apapun, dan perintah siapapun tidak dibenarkan bagi seorang akademisi.

“Tindakan yang tidak etis bagi Rektor UNM, apalagi ayahanda menggunakan jabatan publiknya serta menggunakan jas almamater,” ucapnya.

Ia beraharap, tindakan tersebut tidak dilakukan lagi. Pihak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), kata Ari, harus menindak tegas sikap Husain Syam karena dinilai telah menciderai institusi pendidikan, khususnya UNM.

“Semoga Dikti bisa memberikan sanksi tegas terhadap pak rektor lewat netralitas, dan integritas dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu),” harapnya. (*)


*Reporter: Ulil Afiah Az-zakiyah