Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muharram saat memasangkan Jas Almamater kepada peserta KKN Reguler UNM di Auditorium Amanagappa tahun lalu. (Foto: Dasrin - Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 779 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dari berbagai jurusan terdaftar menjadi peserta kuliah kerja nyata (KKN) reguler dan terpadu. 330 mengambil reguler dan 449 terpadu.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) KKN/KKA, Wahyu Jayadi menjelaskan bahwa belum ada jadwal pasti pembekalan. Begitupun dengan lokasi KKN.

“Untuk sementara masih Kabupaten Pangkep dan Polman yang siap. Kalau pemberangkatan itu gampangji. Kalau sudahmi pembekalan, bisami besoknya langsung pemberangkatan,” jelasnya saat ditemui di ruangannya lantai 3 Menara Pinisi, Senin (11/2).

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jadwal tidak bisa ditentukan. Salah satunya, kata Wahyu ialah kesepakatan antara pihak universitas dengan pemerintah daerah yang akan ditempati mahasiswa KKN.

“KKN terpadu dan reguler belum ada jadwalnya. Karena Pemda Polman meminta daftar nama yang akan dikirim beserta tempatnya. Semua harus dicocokkan,” katanya.

“Kalau sudah cocok semua penempatannya, baru secepatnya saya akan jadwalkan,” tambahnya.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, kata Wahyu, bisa saja nanti ada sekolah yang menerima terlalu banyak dan tidak sesuai dengan jurusan, ataupun ada sekolah yang membutuhkan tetapi tidak ada peserta yang ditempatkan di situ.

“Jangan nanti dibilang menumpuk jurusan ini di sekolah ini. Baru tidak ada gunanya. Nah kita kan maunya yang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Wahyu memperkirakan pembekalan KKN ini akan dilaksanakan diawal Maret. “Kalau lengkapmi semua perangkat yang ada di Pemda, dalam hal ini Polman, saya sudah pasti akan jadwalkan secepatnya. Mudah-mudahan minggu depan adami informasinya,” tutupnya. (*)


*Reporter: Wahyudin