mahasiswa FIS saat melakukan aksi demontrasi di depan gedung FIS UNM. (Foto: Nur Fazila)

PROFESI-UNM.COM– Aksi unjuk rasa yang digelar Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) siang tadi, Senin (11/2) diwarnai dengan aksi tutup mulut menggunakan lakban. Disinyalir ini merupakan simbol dibatasinya ruang berekspresi mahasiswa di fakultas tersebut.

“Itu merupakan simbol yang menandakan bahwasanya di FIS terdapat bentuk-bentuk pembungkaman demokratisasi Mahasiswa, utamanya Mahasiswa yang terlibat di Lembaga kemahasiswann (LK),” kata Vivin Nugrika selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIS UNM terpilih saat ditemui di lokasi aksi, depan Gedung FIS UNM.

Pria yang sering disapa Vivin tersebut melanjutkan, berbagai cara dilakukan birokrasi untuk menutup ruang gerak mahasiswa dalam bereksperesi, dari tendensi nilai sampai pencabutan status sebagai penerima beasiswa Bidikmisi.

“Benar-benar ada dan terjadi tendensi dengan berbagi cara yang dilakukan pimpinan birokrasi untuk mematikan gerakan yang ada di kampus ini.” kata dia.

Selain aksi tutup mulut, Unjuk rasa ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi, dan orasi dari setiap perwakilan fakultas.


*Reporter: Nur Fazila/ Editor: Wahyu Riasnyah