Muh. Kahfi, Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Makassar (UNM)-(Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Organisasi ialah wadah yang menampung sekumpulan manusia demi mencapai suatu tujuan penting secara bersama, Di Indonesia sudah sangat banyak organisasi yang bermunculan, jenisnya pun beragam ada organisasi yang mengincar profit, organisasi daerah, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi kepentingan politik dan tujuannya pun pasti beragam entah ka itu bersifat positif ataukah negatif, tergantung dari tujuan organisasi tersebut. Yang terpenting dari sebuah organisasi ialah sumber daya manusianya, wadah itu tak akan berjalan tanpa adanya penggerak. Seperti kutipan seorang kapten industri dan tokoh bisnis Amerika, pendiri Ford Motor Company “Datang Bersama adalah awal, tinggal bersama adalah kemajuan dan bekerja sama adalah sukses” (Henry Ford).

Di lingkungan kampus lah yang sangat memiliki segudang organisasi, setidaknya di lingkungan kampus juga yang dapat merubah karakter seseorang melalui organisasi untuk menggapai keberhasilan, tetapi tidak sedikit juga organisasi yang keluar dari hakekatnya, seperti ulasan saya di bawah ini.

Lembaga atau organisasi zaman sekarang kian berubah akibat dipersulit oleh kegiatan akademik, padahal kegiatan akademik tidak sepenuhnya menjamin kesuksesan. Kegiatan akademik memang lah sangat dibutuhkan tetapi apa gunanya kalau hanya mendengar teori tanpa adanya praktek seperti terjun langsung ke lapangan. Lembaga atau organisasi sekarang disalah fungsikan oleh sebagian orang karena lebih mementingkan niat pribadi, dan kekuasaan. Penyalahgunaan jabatan pun termasuk dalam pelecehan lembaga atau organisasi.

Penyalahgunaan organisasi tersebut seakan menjadi kritikan untuk kita semua, mengapa organisasi zaman sekarang sudah melenceng dari tujuannya?. Padahal manfaat berorganisasi lebih dari segudang seperti membentuk emotional intelegent, mengembangkan kemampuan public speaking, melahirkan pemimpin baru, dll. Faktanya daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia versi majalah forbes tak ada satupun tokoh tersebut yang tidak memiliki pengalaman organisasi.

Bahkan anehnya lagi, ada juga segelintir orang yang tak paham tentang organisasi tetapi paham tentang mengkritik organisasi ada pula mengejek-ejeknya padahal sama sekali tidak paham apa tujuan organisasi tersebut. Yang sangat lucu ialah ada juga yang menjadikannya sebagai ajang unjuk gigi siapa yang lebih tangguh.

Bukan cuma itu, sebagian orang juga menganggap organisasi itu tidak lah penting padahal di dunia ini manusia takkan bisa menjelma jadi jutawan ataupun milliarder tanpa adanya bantuan ataupun pengalaman dari organisasi.

Semoga di tahun yang baru ini kita dapat menciptakan sebuah organisasi yang sesuai dengan niatnya. Tidak ada lagi penyalahgunaan organisasi, pemanfaatan jabatan, dll.


*Penulis adalah Muh. Kahfi, Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Makassar (UNM)