Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) saat aksi bisu tolak status BLU di UNM. Mereka menutup mulut dan membawa spanduk bertuliskan delapan tuntutannya. Aksi tersebut berlangsung di Jalan A.P. Pettarani Makassar, Kamis (20/12) - (Foto: Muhammad Ilham Akbar B. - Profesi)
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) saat aksi bisu tolak status BLU di UNM. Mereka menutup mulut dan membawa spanduk bertuliskan delapan tuntutannya. Aksi tersebut berlangsung di Jalan A.P. Pettarani Makassar, Kamis (20/12) – (Foto: Muhammad Ilham Akbar B. – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama beberapa Lembaga Kemahasiswaan (LK) fakultas menggelar aksi penolakan status Badan Layanan Umum (BLU) di UNM. Aksi tersebut berlangsung di depan Menara Pinisi, Jalan A.P. Pettarani, Kamis (20/12).

Presiden BEM UNM, Dwi Resky Hardianto mengungkapkan, kampus yang masih berstatus satuan kerja tersebut belum siap menerapkan sistem BLU. Ia beranggapan bahwa apabila status UNM jadi bertransformasi ke BLU, akan terjadi komersialisasi pendidikan yang makin meningkat.

“Bila sampai menerapkan sistem tersebut, secara perlahan pemerintah melepaskan tanggung jawab terhadap UNM dan itu bisa menimbulkan masalah komersialisasi pendidikan,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) itu menjelaskan bahwa UNM masih perlu membenah diri. Masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Jangan sampai akreditasi A kampus ini hanya menjadi sebuah pajangan semata.

“Kampus perlu membenahi diri sendiri, mengkritik diri sendiri. Selesaikan dulu masalah-masalah yang belum kelar, apalagi ini kampus akreditasi A,” jelasnya. (*)


*Reporter: Muhammad Ilham Akbar B.