Wakapolsek Rappocini, AKP Lando KS saat diwawancarai oleh awak Profesi. (Foto: Fitriani A.R)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Mahasiswa UNM Menuntut melakukan unjuk rasa di pelataran Menara Pinisi UNM. Demonstran menuntut pencabutan SK skorsing pada enam mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNM, dan berikan sanksi kepada oknum dosen yang memukul mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM, Senin (26/11)

Dalam aksi ini sempat terjadi dialog dengan petinggi kampus yaitu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UNM dan Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNM. Tetapi dalam dialog ini tidak menuai hasil apapun, SK skorsing terhadap enam mahasiswa FE UNM enggan dicabut. akhirnya para demonstran menutup ruas jalan A.P Pettarani.

Akibat dari penutupan jalan yang dilakukan oleh mahasiswa ini, Polsek Rappocini akhirnya menurunkan personli sebanyak 30 orang untuk mengawal jalannya aksi, mereka merupakan gabungan dari bagian-bagian unit Polsek Rappocini.

Menurut Wakapolsek Rappocini, AKP Lando KS, seharusnya mahasiswa tidak melakukan aksi menutup jalan karena ini sangat merugikan pihak lain. “Seharusnya tuntutan-tuntutan seperti ini disampaikan di dalam kampus saja kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan, karena jika melakukan aksi seperti ini akan berdampak dan merugikan pihak lain.” Jelasnya.


*Reporter: Fitriani A.R / Editor: Wahyu Riansyah