Ilham R edukasi mahasiswa terkait peran IMF dan WBG dalam perekonomian Indonesia. (Foto: Sauki Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Orange Berdiskusi dengan membahas pengaruh organisasi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG) terhadap sistem pendidikan. Acara ini diadakan di Pelataran Gedung Fakultas Ekonomi (FE) UNM, Kamis (11/10).

Diskusi tematik ini menghadirkan dua pembicara, diantaranya Salman Asiz eks Presiden BEM FBS UNM priode 2015/2016 dan Ilham R eks Menteri Sosial Politik BEM FIP UNM priode 2016/2017. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa UNM dari berbagai fakultas.

Orange Berdiskusi ini membahas pengaruh dua organisasi besar itu terhadap perekonomian nasional dan dampaknya terhadap pendidikan. Salman Asiz menjelaskan berbagai hal mengenai bobroknya perekonomian indonesia akibat IMF dan WBG ini. menurutnya IMF dan WBG merupakan akar dari komersialisasi pendidikan di Indonesia.

“IMF merupakan akar kebobrokan ekonomi nasional, mereka menjalankan rancangan untuk penghancuran lembaga-lembaga sosial-ekonomi di balik dalih persyaratan untuk meminjamkan uang. membukakan peluang bagi investor asing untuk memasuki semua sektor dan pengurangan subsidi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pangan dan perumahan,” terang Salman

Ilham R juga turut menambahkan, Tujuan utama kedua organisasi ini sebenarnya adalah meliberalisasikan perdagangan internasional dan menjadikan perdagangan bebas sebagai landasan perdagangan internasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan umat manusia. Tetapi pada kenyataannya lebih banyak memberikan hambatan kepada negara anggota daripada memberikan keuntungan untuk pembangunan negaranya. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah Indonesia.

Indonesia sendiri telah bergabung sebagai negara anggota IMF sejak 65 tahun silam, yakni Pada pertengahan tahun 1953, legalitas keanggotaannya disahkan dengan UU No 5/1954. Berbagai kerugian menimpa perekonomian indonesia akibat IMF. Sekarang ini substansi pengaturan yang ditangani IMF diperluas sampai mencakup bidang-bidang baru termasuk pendidikan.

“Sumber daya alam yang ada di Indonesia sebagai besar dikelolah oleh asing, ini adalah salah satu dampak dari IMF,” katanya di sela-sela pematerian.

Ilham dan Salman berharap mahasiswa agar tetap aktif dalam mendiskusikan problematika masyarakat, mewujudkan pendidikan yang ilmiah, belajar memahami kontradiksi serta konsisten dalam memperjuangkan hak rakyat.

*Reporter: Wahyu Riansyah