Wizzi paparkan materi pada acara Gramedia Back to Campus. (Foto: Wahyu R)
Wizzi paparkan materi pada acara Gramedia Back to Campus. (Foto: Wahyu R)

PROFESI-UNM.COM – Wizzy paparkan makna inovasi pada acara talkshow Gramedia Back to Campus. Menurutnya berani berinovasi artinya mampu mengembangkan setiap ide yang dimiliki, bukan stagnan pada satu konsep.

“Inovasi itu adalah sebuah bentuk kreativitas atau ide yang dikembangkan,” kata Wizzy di sela-sela pematerian pada acara talkshow Gramedia Back to Campus, Ballroom Lt 2 Menara Pinisi UNM, Selasa (2/10)

Pada acara talkshow yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar ini, Wizzy memaparkan perjalanan karirnya. Sejak kecil Wizzy sudah menekuni dunia musik. Menyanyi dan bermain piano menjadi aktivitas yang ia lakukan saat masih duduk di bangku sekolah.

Perempuan yang bernama asli Wiliana Saraswati ini awalnya merintis karir sebagai penyanyi dari kafe ke kafe di Surabaya. Peristiwa paling revolusioner dalam hidupnya terjadi ketika ia memutuskan untuk ikut dalam ajang kompetisi menyanyi di salah satu stasiun TV nasional, yaitu Mamamia pada tahun 2008. Saat itu Wizzy berhasil meraih juara dua.

“Tahun 2008 saya mutusin untuk ikut Mamamia, dan ya hasilnya aku ditetapkan sebagai runner up,” tuturnya.

Tahun 2009 dirinya pun dilirik oleh sebuah label dan sempat mengeluarkan single yang berjudul Air Mata Terakhir.

Tak sampai disitu Wizzy kemudian melebarkan sayapnya menjadi model iklan, hal yang kemudian membesarkan namanya.

“Aku seorang musisi dan aku suka dunia tarik suara, tetapi hal itu tidak membuat saya tertutup pada bidang yang lain. Aku pikir ide itu harus dikembangkan, terus mengeksplore dunia baru itu sebuah kemutlakan,” tegasnya.

Wizzy juga memaparkan pentingnya kejujuran dalam berkarya, ekspektasi yang terlalu tinggi menurutnya hanya akan membatasi manusia. Jujur pada diri sendiri terkait kemampuan justru akan menjadikan setiap orang lebih bebas dalam meyalurkan idenya.

“Ekspektasi membatasi kita. Sederhana aja sih justru itu akan menjadikan kita lebih bebas. Intinya cuman pengen berkarya berbuat baik untuk masyarakat tanpa embel-embel,” terang Wizzy.


*Reporter: Wahyu Riansyah