Konferensipers BEM terpilih UNM, Selasa (2/10) (Foto: Nurul Atika-Profesi)

 

Jumpa pers LK UNM, Selasa (2/10) (Foto: Nurul Atika-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Negeri Makassar (UNM), melayangkan mosi tidak percaya terhadap birokrasi UMM, dalam hal ini janji untuk membuka ruang dialog. Pernyataan tersebut diutarakan melalui Konferensi Pers di Pelataran Menara Pinisi, Selasa (2/10).

Presiden BEM UNM Terpilih, Dwi Ari Reski mengatakan bahwa ia sangat kecewa terhadap janji yang tak mampu ditepati oleh pihak Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), Arifuddin Usman saat aksi pada Rabu (26/9) lalu.

“Kami tidak percaya lagi kepada birokrasi UNM, mereka lebih mengurusi masalah eksternal kampus daripada masalah dalam lingkup kampus,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini mengungkapkan, birokrasi yang hadir saat itu hanya PR III dan PR II. Sedangkan yang bertanggung jawab memberikan informasi dari tiap tuntutan yang dilayang justru mangkal.

“Birokrasi UNM otoriter, sebab tidak pernah membuka ruang untuk menyampaikan solusi,” ungkapnya saat konferensi pers. (*)


*Reporter: Ulil Afiah Az-zakiyah