Masyarakat Kecamatan Pangale saat mengungsi di pegunungan akibat gempa bumi yang terjadi di Mamuju Tengah, Sabtu (29/9) (Foto:Ist)

Masyarakat Kecamatan Pangale saat mengungsi di pegunungan akibat gempa bumi yang terjadi di Mamuju Tengah, Sabtu (29/9) (Foto:Ist)

Masyarakat Kecamatan Pangale saat mengungsi di pegunungan akibat gempa bumi yang terjadi di Mamuju Tengah, Sabtu (29/9) (Foto:Ist) 

PROFESI-UNM.COM – Belum cukup sejam peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM), yang baru tiba di Mamuju Tengah Sulawesi Barat (Sulbar), merasakan goncangan gempa bumi yang terjadi pada Jumat (28/9) kemarin.

Salah satu peserta KKN, Anmar menjelaskan, bahwa timnya baru saja tiba di posko KKN, yang berlokasi di Kecamatan Pangale pesisir pantai Mamuju Tengah. Belum lama, kemudian terjadi gempa sekitar 3 menit.

“Baru 20 menit kami tiba di sini, teman-teman yang lain juga masih mengangkut barang dan beres-beres, pada saat itu saya berada di sekolah untuk cek lokasi, tiba-tiba kami merasakan gempa seperti di atas ayunan, ketika saya pulang ke posko teman-teman semuanya menangis. Dengan inisiatif, saya menyuruh teman-teman untuk ikut dengan masyarakat meninggalkan kampung,” ungkapnya saat di hubungi. Sabtu (29/9).

Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) ini menuturkan, bahwa gempa yang terjadi mengakibatkan banyak rumah yang rusak parah dan sebagian warga kehilangan anak.

“Di desa kami tempat mengabdi, sekitar 10 rumah yang rusak. Semua warga meninggalkan desa untuk mengugsi diatas gunung, kami bersama warga melewati perkebunan kelapa sawit, dibantu dengan penerangan dari hp,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan peserta KKN dan masyarakat sangat panik atas gempa yang terjadi. Akses untuk menelfon juga sangat kurang karena signal yang tidak mendukung.

“Kurang bagus signalnya di sini, makanya kalau menelfon kita harus ke gunung untuk mendapatkan jaringan, tentunya kami dan masyarakat di sini berharap tidak ada gempa susulan lagi,” tuturnya. (*)


*Reporter: Nurul Atika