Presiden BEM FPsi, Wija Hadi tutup aksi mahasiswa UNM menuntut dengan doa. (Foto: Irham-Profesi)
Presiden BEM FPsi, Wija Hadi tutup aksi mahasiswa UNM menuntut dengan doa. (Foto: Irham-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Aksi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menuntut, ditutup dengan membacakan doa bersama, setelah massa aksi dijanji akan melakukan dialog secara terbuka dengan birokrasi Selasa nanti. Doa yang dipimpin oleh Wija Hadi Perdana ini dilakukan setelah aksi berakhir pada Rabu, (29/9).

Dalam doanya, Wija Hadi Perdana yang merupakan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UNM menuturkan bahwa hakikat manusia adalah untuk saling mengingatkan. Ia menyampaikan keinginan massa aksi untuk melakukan diskusi bersama para pimpinan dengan menyampingkan sikap egois dalam hati masing-masing.

“Izinkan kami untuk duduk bersama dan berdiskusi serta hilangkan sikap keegoisan, keburukan, ketamakan dalam hati kami. Agar rahmat kebaikanmu terpancar dari hati kami,” tuturnya.

Pada akhir bait doanya, Ia berharap dapat dipertemukan dengan orang nomor satu di UNM, untuk melakukan dialog tentang tiga poin tuntutan massa aksi.

“Wahai rektorku tercinta, semoga Allah mempertemukan kita dilain waktu, aku tahu kondisimu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Bukankah Umat manusia dipanjangkan umurnya ketika menjalin silaturahmi,” harapnya.


*Reporter : St. Reski Amalia