LK UNM bawa maskot sebagai bentuk sindiran kepada birokrasi kampus dalam aksi tuntutan di Pelataran Menara Pinsi UNM. Rabu (26/9) (Foto: Irham-Profesi)
LK UNM bawa maskot sebagai bentuk sindiran kepada birokrasi kampus dalam aksi tuntutan di Pelataran Menara Pinsi UNM. Rabu (26/9) (Foto: Irham-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Universitas Negeri Makassar (UNM), menjadikan maskot sebagai varian aksi demonstrasi penuntutan kebijakan kampus yang dianggap menekankan mahasiswa, aksi ini berlangsung di Pelataran Menara Pinisi, Rabu (26/6).

Koordinator Lapangan, Vriks mengatakan maskot dengan tulisan Uang Kuliah Tunggal (UKT) jahat, Kuliah Kerja Nyata (KKN) gratis sekiranya dapat mewakili aspirasi mahasiswa yang menuntut keadilan.

“Kata tunggal dalam UKT itu dikemanakan, kok mahasiswa harus bayar KKN lagi. Pihak birokrasi harusnya mempertimbangkan hal ini lagi”, katanya.

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini menambahkan, denagn adaya biaya tambahan KKN ini dinilai mencederai substansi dari UKT. Pun, biaya KKN ini akan memberatkan mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi.

“KKN harusnya tidak berbayar lagi apa gunanya UKT, mahasiswa sudah membayar UKT yang tinggi lalu kemudian bayar lagi uang KKN, saya rasa ini tidak logis, tambahnya. (*).


*Reporter: Rara Astuti