Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM saat menemui aksi mahasiswa di Pelataran Menara Pinisi UNM, Rabu (26/9) (Foto: Irham-Profesi)
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM saat menemui aksi mahasiswa di Pelataran Menara Pinisi UNM, Rabu (26/9) (Foto: Irham-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Presiden terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) beserta gabungan beberapa Lembaga Kemahasiswaan (LK) tingkat fakultas akan tagih janji Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) yang bersedia menjadi mediasi untuk berdialog dengan Rektor UNM. Rabu (26/9).

Dalam aksinya, BEM UNM terpilih beserta LK fakultas berniat ingin menemui Rektor UNM. Namun kendati demikian Husain Syam mangkir dalam aksi tersebut dikarenakan keberadaan rektor saat itu tidak diketahui.

Sementara itu Dwi Rezki Hardianto, mengatakan akan menagih janji Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) yang ingin mempertemukan mereka dengan rektor hari selasa selanjutnya.

“Kalau nanti kami tidak ditemui hari selasa, kami akan bicarakan lagi selanjutnya, tapi kami masih percaya kalau PR III itu orang baik dan bisa memediasi kami nantinya,” katanya.

Lanjut, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini juga menjelaskan tidak tau menau tentang keberadaan rektor saat itu. Dan mengapa ia tidak mau menemui massa aksi kali ini.

“Sempat muncul berapa alasan tentang keberadaan pak rektor tapi kita tunggu saja janjinya di hari selasa,” jelasnya. (*)


*Reporter: Muh. Sauki Maulana