Alumni UNM saat melaporkan masalah ijazahnya di ruang Pendidikan dan Evaluasi lantai 2 Menara Pinisi, Rabu (26/9) -( Foto: Wahyudin – Profesi)
Alumni UNM saat melaporkan masalah ijazahnya di ruang Pendidikan dan Evaluasi lantai 2 Menara Pinisi, Rabu (26/9) -( Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menjelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) banyak masalah yang ditemukan oleh alumni. Salah satunya terdapat dua ijazah dengan nomor yang sama.

Ainun misalnya, alumni Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2008 mendapatkan masalah tersebut. Saat ia mengecek ijazahnya di situs Menristekdikti, yang muncul bukan namanya.

“Yang muncul itu nama orang lain. Baru namaku tidak ada,” katanya saat ditemui di ruang evaluasi BAAK lantai 2 Menara Pinis, Rabu (26/9)

Saat mengetahui hal tersebut, ia kemudian mencari tahu dengan Nomor Induk Mahasiswa. Ternyata nama yang muncul ialah juniornya, mahasiswa angkatan 2009.

Ainun kemudian melaporkan hal tersebut di bagian BAAK UNM. Namun ia tidak dilayani dengan baik karena ada banyak berkas yang bermasalah menumpuk di ruang tersebut.

“Nasuruhji menunggu dulu. Dengan naminta fotocopy ijasahnya,” keluhnya. (*)


*Reporter: Wahyudin