Presiden BEM FIS UNM, Bahrul sampaikan orasinya pada aksi peringati hari tani nasional. (Foto: Wahyu-Profesi)
Presiden BEM FIS UNM, Bahrul sampaikan orasinya pada aksi peringati hari tani nasional. (Foto: Wahyu-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dalam rangka memperingati hari tani yang jatuh tepat pada hari ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakuktas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM), turut andil dalam aksi solidaritas “Aliansi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria”. Aksi ini berlangsung di kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (24/9).

Dalam aksinya, ada beberapa tuntutan yang dilayangkan para aliansi. Adapun tuntutannya, yakni:

1. Wujudkan reforma agraria sesuai amanat UUPA No.5 tahun 1960 yang berkeadilan gender tanpa intervensi IMF dan World Bank.
2. Cabut UU sektoral dan RUU yabg tidak sejalan dengan UUPA No. 5 tahun 1960.
3. Hentikan proyek-proyek infrastruktur yang merampas ruang hidup rakyat.
4. Mendesak kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menyelesaikan konflik agraria.
5. Evaluasi dan cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) yang merampas ruang hidup rakyat.
6. Tuntaskan kasus-kasus korupsi pada pengelolaan sumber daya alam.
7. Hentikan kriminalisasi, intimidasi, dan diskriminasi terhadap pejuang-pejuang agraria lingkungan.
8. Melibatkan rakyat secara partisipatif dalam segala bentuk perencanaan dan pengelolaan sumber-sumber agraria.
9. Segera kembalikan ruang hidup rakyat yang telah dirampas.


*Reporter: Muh. Sauki Maulana