Andika Isma Mahasiswa UNM ini Mengajar Anak TKI Di Malaysia. (Foto: Ist)
Andika Isma Mahasiswa UNM ini Mengajar Anak TKI Di Malaysia. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Pembangunan di Bidang pendidikan untuk anak Indonesia belum merata, apalagi bagi mereka yang berada dan menetap di Luar negeri.

Realitanya tercatat sekitar 20.000 anak buruh migran yang ada di Malaysia dan hanya sebagian anak Indonesia yang mendapatkan pendidikan, hal ini sangat berbanding terbalik yang tertera pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 disebutkan bahwa “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.

Melalui program Volunterism Teaching Indonesian Children (VTIC) Cycle 6 oleh VTIC Foundation bekerjasama pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Malaysia dan Konsulat Jendral Republik Indonesia Kuching, mengirim 46 relawan untuk mengajar ke sekolah-sekolah non formal yang ada di Sarawak, Malaysia.

Untuk masuk menjadi relawan, Seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari tahapan seleksi berkas, video microteaching dan wawancara. Dari hasil seleksi ini salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Andika Isma terpilih menjadi relawan pada kegiatan ini.

Selama kurang lebih satu bulan Andika Isma mengabdi dan tinggal bersama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) demi misi dalam pemerataan pendidikan.

Kegiatan ini berlangsung pada bulan agustus 2018 lalu, bertepatan dengan momen perayaan HUT RI ke 71 dan Hari Raya Idul Adha.

Hingga kini Andika masih kerap berdiskusi via media sosial untuk pengembangan pendidikan bagi Cikgu (sebutan guru di Malaysia) dan siswa-siswanya yang ada di Sarawak.

“Setiap keluhan dan pencapaian yang telah dirah siswa kami disana kerap kali menjadi bahan diskusi bagi kami di sini,” tutur Andika.

Andika Isma yang juga merupakan pengurus pusat dari Fraksi Muda Indonesia ini bercerita tentang pengalamannya selama di Sarawak dan ikut merasakan apa yang dialami para TKI di negeri jiran Malaysia.

Mahasiswa asal Kabupaten Pinrang ini berharap para saudara kita yang ada di tanah air mampu memberikan semangat dan motivasi kepada siswa disana untuk terus mendapatkan pendidikan yang lebih layak.

“Semoga saudara-saudara kita tergoyahkan hatinya untuk membantu putra-putri Indoneisa yang ada di Malaysia, sebab di sana, mereka sangat membutuhkan bantuan, berupa seragam sekolah, buku dan alat tulis lainnya”, harapannya.


*Reporter: Muh Agung Eka