Curanmor terjadi di depan asrama PPGT, Senin (17/9). (Foto: Ist).
Curanmor terjadi di depan Asrama PPGT, Senin (17/9). (Foto: Ist).

PROFESI-UNM.COM – Pengadaan beberapa palang di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) dianggap tidak efektif. Pasalnya, telah terjadi kasus pencurian motor (Curanmor) yang dialami salah satu mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Senin (17/9).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE, Andri Candriawan menilai pengadaan beberapa palang tersebut cenderung memicu pelaku untuk leluasa melakukan aksinya. Disebabkan ada dua palang permanen dan satu palang yang buka tutup.

“Peradaan palang dilakukan agar tidak menghalangi pejalan kaki, dan untuk parkiran motor itu disatukan. Namun, masalahnya lokasi tidak mampu memuat semua kendaraan mahasiswa,” jelasnya.

Pria asal Soppeng ini mengakui, keamanan dengan kendaraan di FE bagaikan 1:500. Sebab hanya ada satu yang menjaga dari empat tenaga keamanan yang ada.

“Ini juga karena kurangnya tenaga keamanan. Dan juga tidak di peradakannya CCTV,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan, semoga keamanan di FE dioptimalkan lagi sehingga mampu menimalisir curanmor. Dan juga pengadaan CCTV.

“Semoga bisa diminimalisir kehilangan motor yang ada di ekonomi, dan pengoptimalan parkiran,” harapnya.

Ia juga mengimbau bagi yang melihat motor Mio GT, dengan ciri merah hitam dengan DD 5824 XD. Segerah hubungi no ini 085242292613.

Selain itu, BEM FE akan mengawal kasus Curanmor ini, dengan mengajukan beberapa point pada pihak birokrasi. Seperti Pengadaan CCTV, penambahan pengamanan, pengoptimalan parkiran, pengoptimalan palang, dan peradaan pos security. (*)


*Reporter: Ulil Afiah Az-zakiyah