Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi FE UNM, Sitti Hajera Hasyim (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM), Sitti Hajera Hasyim membantah tudingan mahasiswanya persoalan dendam karena pernah didemo. Ia mengaku dirinya tidak mengenal Filtra Asrib sebelumnya.

Sitti Hajera mengatakan bahwa proposalnya lama selesai karena pemahaman Filtra terkait apa yang ia mau teliti sangat kurang. Begitupun dengan cara penulisannya. Hal tersebutlah, kata Hajera yang membuat prosesnya lama. Bukan karena dendam.

“Kalau saya dendam, yah saya pasti tidak kasi pelayanan. Yang paling penting itu, saya tidak tahu siapa itu Filtra sebelumnya. Saya baru tau itu waktu dia menghadap mengajukan proposal. Jadi ingat namanya saja saya kadang nda tau. Karena sebelumnya saya tidak intens di fakultas,” katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (3/9).

Dosen Pendidikan Akuntansi ini juga menjelaskan bahwa pada saat aksi demonstrasi 2016 lalu, dirinya tidak menanggapi dengan serius. Karena menurutnya, ketika mahasiswa demo, ia merasa tidak bersalah.

“Mereka demo saya itu, bukan karena saya larang. Saya berani sumpah demi Allah demi Tuhan ketika ketua himpunan yang namanya Rahman datang ke saya, saya bilang begini: silahkan jalan tetapi dengan proses yang benar anak,” jelasnya.

Karena sudah merasa jengkel, Hajera menyuruh Filtra mencari sendiri teori terkait proposalnya. Karena menurutnya, saat mengajukan proposal penelitian, otomatis secara utuh sudah memiliki pemahaman. Mulai dari variabelnya, bagaimana mengumpulkan data, mengolah data, hingga interpretasi.

“Sampelnya itu anak angkatan 2014 ketika dia aktif organisasi. Jadi waktu dia bertanya, saya bilang yah terserah kamu,” kesalnya.

Sebelumnya, Filtra Asrib mahasiswa angkatan 2011 itu mengaku bahwa dirinya dipersulit karena ada dugaan dendam terkait aksi demonstrasi yang pernah ia lakukan pada tahun 2016 lalu. Sehingga proposal yang ia ajukan tak pernah di indahkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Filtra belum juga mengurus surat pindah kampus. Ia masih berharap bisa lulus dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) di UNM. (*)


*Reporter: Wahyudin