Andi Alauddin saat menyampaikan materi pada acara bedah buku BEM FIS UNM. (Foto: Wahyu R-Profesi)
Andi Alauddin saat menyampaikan materi pada acara bedah buku BEM FIS UNM. (Foto: Wahyu R-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kaji sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui bedah buku ‘Kuliah Kok Mahal’, buku ini  ditulis oleh Panji Mulkillah Ahmad. Bedah buku ini berlangsung di Gedung Flamboyan FIS UNM, Jumat (14/9).

Bedah buku ini menghadirkan eks Mentri Sosial dan Politik (Mensospol) BEM UNM priode 2017/2018, Andi Alauddin dan Mantan Ketua Maperwa UNM priode 2017/2018, M Yunasri Ridho.

Acara ini mengulas isi buku ‘Kuliah Kok Mahal’. Presiden BEM FIS, Bahrul mengatakan bahwa buku yang ditulis oleh panji ini merupakan buku yang menarik untuk di kaji. Hal ini karena buku ‘Kuliah kok mahal’ membahas panjang lebar persoalan UKT.

“Kita ingin mahasiswa tau persoalan UKT. Dan bagaimana buruknya sistem ini,” katanya.

Andi Alauddin dan M Yunasri Ridho menjelaskan bahwa buku ‘Kuliah kok mahal’ merupakan catatan isi tuntutan demontrasi oleh panji, isinya menjadi menarik karena dilengkapi oleh data. Menurut Andi Alauddin, UKT merupakan sistem yang tidak jelas. “Penyusunan sistem ini itu tidak jelas, jadi ketika kalian membayar UKT kalian membayar sesuatu yang tidak jelas” Ujar Alauddin disela-sela pematerian.

M Yunasri Ridho turut menambahkan, isi buku ‘Kuliah Kok Mahal’  juga mendokumentasikan lonjakan pembayaran uang kuliah, dan bagaimna negara secara perlahan berusaha memangkas perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Buku ini juga merupakan pengantar yang kritis, pada akhirnya pembaca akan disuruh memilih, diam dengan sistem yang buruk atau melawan.

“Kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Pendidikan harus bisa di akses setiap golongan masyarakat bukan hanya segelintir orang kaya saja,” tegasnya.


*Reporter: Wahyu Riansyah