Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan saat belajar mata kuliah Ekonomi Pertanian di ruang BD 102, Selasa (4/9). Terlihat sebuah kipas angin miliki mahasiswa di ujung sebelah kiri menghadap ke mahasiswa. - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan saat belajar mata kuliah Ekonomi Pertanian di ruang BD 102, Selasa (4/9). Terlihat sebuah kipas angin miliki mahasiswa di ujung sebelah kiri menghadap ke mahasiswa. – (Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) membawa kipas pribadi saat kuliah di ruang BD 102, Selasa (4/9). Hal tersebut dilakukan karena ruang perkuliahan panas sehingga mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa.

Sarana perkuliahan di fakultas hijau tersebut masih sangat memprihatinkan. Sistem pendingin yang menunjang proses perkuliahan sudah tidak berfungsi dengan baik. Bahkan ada yang malah mengganggu konsentrasi belajar karena kipas mengeluarkan suara yang berisik.

Akibatnya, mahasiswa berinisiatif untuk membawa sendiri kipas angin agar mereka bisa belajar dengan efektif. Apalagi jadwal kuliah berlangsung selepas salat duhur.

“Ini awalnya saat proses pembelajaran kemarin, kipas hanya satu yang berfungsi dan itu sudah tua karena sudah bunyi-bunyi. Jadi sangat mengganggu konsentrasi mahasiswa. Sehingga kami berinisiatif bagaimana agar suasana belajar bisa nyaman,” kata Haswar, mahasiswa Ekonomi Pembangunan saat di temui disela-sela waktu belajar.

Mahasiswa angkatan 2016 ini berharap pimpinan kampus lebih memperhatikan sistem penunjang perkuliahan. Agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan baik dan pelajaran bisa dengan mudah di pahami oleh mahasiswa.

“Ini masalah fasilitas. Sebaiknya itu kipas yang sudah tua diganti dengan AC,” harapnya. (*)


*Reporter: Wahyudin