Walikota Makassar, Danni Pomanto. (Foto: Wahyu Riansyah)
Walikota Makassar, Danni Pomanto. (Foto: Wahyu Riansyah)

PROFESI-UNM.COM – Dengan gaya rima yang khas, Najwa Shihab menyinggung dinamika kampus di Talkshow Catatan Najwa yang bertajuk mari bicara. Hal itu ditanggapi oleh narasumber kedua, Walikota Makassar Dany Pamanto bahwa dirinya pernah menjadi pemberontak saat menjadi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Amanagappa, Sabtu, (25/8).

Setelah Najwa memberikan kesempatan pada salah satu mahasiswa UNM untuk berapresiasi, Dany menegaskan bahwa tak dapat dipungkiri bahwa kita harus terikat dalam aturan. Jika terdapat penentangan hal itu perlu dibicarakan dengan baik.

“Perbedaan itu bukan tembok yang memisahkan tapi perbedaan adalah ruang kehidupan yang saling melengkapi, dan tidak ada satu pun orang yang bisa lahir tanpa perbedaan, tidak ada perempuan dan laki-laki maka tidak ada kelahiran, tidak ada kelahiran maka tidak ada kesuksesan,” katanya.

Disamping itu, Gubernur terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, mengaitkan dinamika kampus dengan warisan leluhur yakni sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Eks Bupati Bantaeng ini pun meramalkan Rektor UNM sesunguhnya akan menjadi orang tua yang baik,

“Karena Najwa tak mengerti arti tiga warisan leluhur itu, jadi saya jelaskan bahwa sipakatau artinya saling menghormati, sipakainge artinya sifat yang saling mengingatkan, sipakalebbi artinya sifat saat kita bertutur kata yan baik contohnya antara yang muda dan yang tua,” jelasnya.


*Reporter: Kurnia Hasan