Ilustrasi. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM– Bagi kamu mahasiswa yang aktif di organisasi internal maupun eksternal kampus, tentu sering terlibat dalam kepanitiaan sebuah kegiatan.  Tidak jarang juga, kepanitiaan tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit dan dana  birokrasi kampus terkadang tak mampu memenuhi seluruh kegiatan yang cukup padat.

Maka dari itu, panitia dalam acara perlu melakukan usaha yang bermacam-macam dalam meminimalkan pengeluaran dengan menambah pendapatan mereka. Nah, dalam rangka pencarian dana, panitia kegiatan mengadakan bazar, penjualan pakaian bekas, penjualan snack atau minuman yang dijajakan secara keliling maupun menggunakan stand, tak jarang pula dijumpai mahasiswa yang menjajakan galang dananya di lampu merah. Sayangnya, hasil pencarian dana ini tak bisa menanggung keseluruhan total dana kegiatan.

Mengajukan proposal dana bantuan ke salah satu instansi adalah  salah satu cara mengemis secara profesional. Oleh karena itu, proposal yang dibuat perlu dikemas secara baik mulai dari sampul, penulisan kalimat hingga sistematika penulisan  agar mendapat perhatian dari instansi yang dituju. Hindari  menulis proposal dengan cara mainstream apalagi copy paste dari proposal tahun-tahun sebelumnya.

Terkadang perusahaan memperlakukan secara khusus proposal bantuan dana kegiatan yang berasal dari mahasiswa. Hal ini dikarenakan kebanyakan kegiatan mahasiswa masih dibumbui rasa idealisme, tak rumit neko-nekonya dan juga kepercayaan kepada mahasiswa/pemuda bahwa dana yang diberikan tak rawan diselewengkan. Selain itu, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan tersendiri karena bisa menampilkan branding perusahaan lewat media promosi yang murah ketimbang harus pasang iklan di pinggir jalan atau media cetak.

1.      Cari tahu data alumni

Kumpulkan data-data alumni dari berbagai sumber mulai dari buku alumni, akun media sosial maupun grup Whats App.  Asalkan penyampaiannya jelas, sopan dan disertai dengan penuturan yang jelas, saya yakin mereka dengan senang hati akan membantu karena pada dasarnya mereka pernah mengalami hal yang sama sewaktu mahasiswa.

2.       Mempelajari Laporan Tahunan (Annual Report)

Telusuri  laporan tahunan (annual report) dari perusahaan yang kita incar. Laporan ini biasanya terlampir di website perusahaan dan bisa di-download secara gratis. Dari annual report ini, kita bisa dapatkan potongan informasi mengenai bentuk kegiatan sosial yang sering mereka lakukan dan bentuk kegiatan seperti apa yang mendapatkan alokasi dana besar. Selanjutnya, kita bisa menyesuaikan mana perusahaan yang sesuai dengan bentuk kegiatan yang dilakukan. Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang bidang kegiatan apa yang mereka sering lakukan.

Nah, jika teman-teman sudah mendapatkan perusahaan yang cocok, segera susun proposal dan bawa ke perusahaan tersebut sebelum perusahaan tersebut mengadakan rapat anggaran tahunan semacam rapat anggaran pendapatan dan belanja perusahaan sehingga nantinya dana anggaran untuk kegiatan kalian bisa disisipkan dalam anggaran perusahaannya.

3.      Lakukan pendekatan dengan orang-orang yang berada disekitar perusahaan

Salah satu orang yang bisa kalian dekati adalah satpam perusahaan. Satpam punya kontribusi penting dalam menunjang kelancaran proposal dana kita. Tidak hanya menjaga ketertiban, tapi satpam perusahaan mengetahui hampir semua orang yang bekerja di perusahaan tersebut mulai resepsionis, staf bagian teknis, bagian operasional, Human Resources Development, sekertaris hingga pimpinannya. Asal teman-teman bisa menarik perhatiannya, kalian bisa gunakan jasa mereka sebagai orang dalam yang mengecek nasib proposal dana. Hal ini juga menghemat waktu kita bolak-balik atau menunggu panggilan informasi dari pihak perusahaan.

4.      Menjalin Hubungan Jangka Panjang dengan Penyandang Dana

Hal ini terkadang luput dari perhatian panitia kegiatan. Mereka lupa mengungkapkan ucapan terima kasih kepada perusahaan penyandang dana kegiatannya. Ucapan terima kasihnya tidak harus rumit. Teman-teman bisa mengirim pesan email ke perusahaan terkait, membuat sertifikat penghargaan yang dibingkai sebagai tanda ucapan terima kasih karena sudah turut menjadi bagian menyukseskan kegiatan panitia atau lebih bagus lagi dengan membuat laporan pertanggungjawabannya sekalipun perusahaannya tersebut tak memintanya.

Walaupun sederhana, tapi hal ini bisa membuat perusahan tersebut merasa dihargai dan menggambarkan bahwa teman-teman adalah panitia yang tahu terima kasih. Ini bisa menjadi bagian kontrak kerja sama jangka panjang di mana nantinya berdampak pada adik-adik panitia berikutnya di mana perusahaan bisa saja menggelontorkan dana bantuan secara berkelanjutan mengingat nama kepanitiaan teman-teman sudah mempunyai reputasi baik di mata perusahaan

[divider][/divider]

*Reporter: St. Reski Amelia