Salah satu demonstran menyampaikan orasi pada aksi menolak SK skorsing di Pelataran Manara Pinisi UNM. (Foto: Wahyu R)
Salah satu demonstran menyampaikan orasi pada aksi menolak SK skorsing di Pelataran Manara Pinisi UNM. (Foto: Wahyu R)

PROFESI-UNM.COM – Teriakan nyanyian Copot Dekan FE mewarnai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM) di Pelataran Menara Pinisi, Kamis (19/7).

Demonstran menuntut Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNM, Muhammad Azis di copot dari jabatannya. Karena dianggap sudah mencederai demokrasi kampus dengan cara menskorsing enam mahasiswa FE.

Ijul misalnya, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengatakan dalam orasi ilmiahnya, Dekan sangat tergesa-gesa dalam mengeluarkan keputusan. Menurutnya, tak sepantasnya pimpinan mengeluarkan keputusan tersebut karena mahasiswa hanya mempertanyakan soal anggaran.

“Kami hanya menuntut pimpinan mentraparansikan anggaran,” katanya saat menyampikan orasi ilmiahnya di Pelataran Menara Pinisi.

Ia juga mengatakan bahwa pimpinan dengan seenaknya saja menskorsing enam mahasiswa. Karena tidak semua mahasiswa yang diskorsing berada pada saat aksi di gedung dekanat FE.

“Ada satu mahasiswa yg tidak pernah hadir pada waktu demonstrasi tapi di skorsing,” ujarnya.

“Lima mahasiswa yang naik ke dekanat belum tentu bersalah. Apalagi yang tidak ikut naik ke ruang dekanat,” tambahnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin