Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-UNM aksi di Pelataran Menara Pinisi UNM. (Foto: Wahyu Riansyah-Profesi)
Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-UNM aksi di Pelataran Menara Pinisi UNM. (Foto: Wahyu Riansyah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM Lembaga Kemahasiswaan se-Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melakukan aksi susulan terkait Surat Keputusan (SK) Skorsing yang diberikan kepada enam mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNM. Sebelumnya, demonstran tersebut telah melakukan aksi di FE UNM.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Dwi Rezki Hardianto mengatakan pimpinan kampus UNM tidak menerapkan demokrasi kampus secara utuh. Hal itu terbukti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) skorsing kepada enam mahasiswa dikarenakan hanya mengkritik birokrasi.

“SK skorsing terhadap mahasiswa FE bukti demokrasi kampus telah pincang” ungkapnya dalam orasi ilmiahnya di Pelataran Menara Pinisi, Kamis (19/7).

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini melanjutkan, intervensi terhadap gerakan mahasiswa merupakan bukti bahwa UNM tidak sehat lagi.

“Gelombang pergerakan tidak akan pernah berhenti, untuk menyehatkan kembali UNM” tuturnya.

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyu Riansyah