Buka Puasa Bersama (Bukber). (Foto: Dream.co.id)

 

Buka Puasa Bersama (Bukber). (Foto: Dream.co.id)

PROFESI-UNM.COM Kegiatan buka bersama atau yang kerap disebut  Bukber, tampaknya sudah menjadi tradisi dari setiap golongan masyarakat tak terkecuali mahasiswa. Bukber biasanya berlangsung ditempat-tempat tertentu yang sudah disepakati terlebih dahulu dengan kawan lainnya mulai dari Rumah Makan di pinggir jalan bahkan Restoran termahal sekalipun. Namun, untuk lebih memakni esensi dari Bukber yang tujuannya untuk menjalin keakraban dan silaturahmi, maka akan lebih baik jika Bukber dilaksanakan dirumah.

Ditengah kesibukan dari rutinitas perkuliahan, Bukber masih saja menjadi momentum yang dinantikan setiap orang. Istimewanya acara buka puasa bersama ini juga dirasakan oleh salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Fakultas Ekonomi (FE) yang akrab disapa Jane. Ia mengaku senang dengan banyaknya ajakan Bukber yang ia terima selama Bulan Puasa ini. Menurutnya, acara buka puasa bersama patut untuk menjadi perhatian dan perlu dimaknai sebaik-baiknya karena ini merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu dan yang hanya ada di Bulan Puasa saja.

“Inimi momen yang sudah lama ditunggu jadi perluki’ perhatikan karena tidak setiap bulan bisa adakan Bukber.” Katanya.

Disisi lain, Selfi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNM beranggapan bahwa setiap orang punya alasan tersendiri untuk tertarik ikut dalam acara buka puasa bersama. Salah satu alasannya adalah bersama dengan siapa kita akan melaksanakan Bukber.

“Itu tergantung dengan siapa kita Bukber, pasti akan ada ketertarikan sendiri,” katanya.

Meskipun begitu, beberapa hal iniperlu kita maknai dari buka puasa bersama:

  1. Tujuan buka puasa bersama tentu saja bukan sekedar temu kangen dan bersorak sorai bersama teman sekolah ataupun teman kampus, namun lihatlah ini sebagai momen untuk menyambung tali silaturahmi yang telah lama terputus dari kawan lama atau saudara jauh misalnya. Cobalah untuk menikmati rasanya ketika kita bisa bernostalgia bersama kerabat yang dulu pernah dekat dengan kita.
  2.  Menjadikan hari-hari di bulan puasa jadi tidak membosankan. Bercengkrama bersama saat menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit), cukup untuk mengisi waktu luang agar waktu terasa lebih cepat berlalu apalagi jika dibarengi dengan pembahasan yang menarik
  3. Bukber juga dapat dimaknai sebagai sarana ibadah apabila dilaksanakan bersama dengan mereka yang kurang mampu. Apalagi bulan puasa merupakan bulan yang penuh berkah dimana amal ibadah dilipatgandakan sehingga kita perlu banyak bersedekah
  4. Bisajadi Bukber menjadi wadah kita dalam menambah relasi dan mempererat hubungan. Kita mungkin bertemu dengan kenalan baru yang dibawa oleh teman lama saat acara Bukber. Hal ini tentu saja baik bagi kita sebagai makluk sosial dan membantu untuk memperluas jaringan pertemanan. Meluasnya jaringan pertemanan kitabisa membantu membuka jalan rezeki.
  5. Buka puasa bersama memberikan suasana hangat bagi orang-orang didalamnya. Saling bertukar sapa, duduk bersama dan berbincang-bincang, mampu membangun hubungan emosional dengan kawan kita.

Tak hanya lima poin diatas, pada dasarnya Bukber memiliki makna tersendiri tergantung dari perspektif masing-masing individu.

[divider][/divider]

Reporter: St. Reski Amalia