Peserta SBMPTN 2017 saat mengikuti ujian di salah satu ruangan di Fakultas Ekonomi (FE) UNM, Selasa (16/5) - (Foto: Muh Agung Eka S - Profesi)
Peserta SBMPTN 2017 saat mengikuti ujian di salah satu ruangan di Fakultas Ekonomi (FE) UNM, Selasa (16/5) – (Foto: Muh Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Panitia pusat seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri 2018 menyampaikan informasi resmi tentang sistem penilaian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 melalui surat keterangan Ralat Siaran Pers tertanggal 9 April 2018.

Metode penilaian pada SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan dan sensitifitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.

Metode penilaian oleh panitia pusat dilakukan melalui 3 tahap yakni,

1. Tahap pertama, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor 1 pada setiap jawaban yang benar, dan skor 0 untuk setiap jawaban yang salah atau tidak dijawab/kosong.

2. Tahap kedua, dengan menggunakan pendekatan teori response butir, maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, diantaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain. Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan mudah, sedang maupun sulit.

3. karakteristik soal yang diperoleh pada tahap kedua, kemudian digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal sulit akan mendapatkan bobot yang lebih tinggi dibanding soal-soal yang lebih mudah. Tahap-tahap pengitungan skor ini dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang pengujian, pengukuran dan penilaian.

Dengan sistem ini, maka setiap peserta yang dapat menjawab jumlah soal yang sama dengan benar, akan dapat memperoleh nilai yang berbeda tergantung pada soal mana saja yang mereka jawab dengan benar. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0