Seminar Bersama Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) di Ballroom Menara Pinisi UNM, Selasa (13/2) - (Foto: Iqbal - Profesi)
Seminar Bersama Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) di Ballroom Menara Pinisi UNM, Selasa (13/2) – (Foto: Iqbal – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) mengadakan Seminar Bersama. Kegiatan yang bertema ‘Sejarah dan Masa Depan Jalur Maritim di Indonesia’ tersebut berlangsung di Ballroom Menara Pinisi UNM, Selasa (13/2).

Kordinator Kegiatan, Nurul annisa mengatakan, Seminar Bersama ini merupakan salah satu rangkaian acara praktek lapangan Prodi Pendidikan Sejarah Uhamka Jakarta. Sekaligus juga dirangkaikan dengan acara penyambutan untuk memperkenalkan UNM dan Kota Makassar.

“Ini peluang besar, toh kami ingin meperkenalkan sejarah kami bahwa Makassar dikenal sebagai jalur perdagangan dunia yang pernah hilang pada abad ke-16,” ungkapnya

Mahasiswa angkatan 2016 ini menambahkan, Silaturahim sesama mahasiswa jurusan pendidikan sejarah ini harus tetap terjalin dengan baik, agar mahasiswa UNM dan Uhamka mampu berakulturasi budaya hingga saling memperkenalkan sejarah yang ada di daerah.

“Kita punya masing-masing sejarah dan mesti membangun masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Uhamka, Wahyu, mengatakan pihaknya mengadakan seminar ini untuk melihat dari sisi politik kebijakan negara Indonesia yang ingin menghidupkan kembali poros maritim Indonesia.

“Dalam Seminar ini kami membahas sejauh mana peran pemerintah dalam membangun poros maritim,” ucap mahasiswa semester delapan tersebut.

Ia berharap setelah seminar ini, ada tindak lanjutnya apalagi pada pemerintahan. Karena menurut Wahyu, banyak statistik yang tidak rill dilapangan dikarnakan paradigma masyarakat terjebak pada orde baru yang sering didengar hanya menerima laporan yang baik-baik saja.

“Semoga tujuan terealisasikan, rill, dan sesuai fakta. Karena statistik yang ada bagus, tapi kenyataan tidak,” jelasnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Muhammad iqbal sukawardana / Editor: Wahyudin