Salfiah Ariana, Mahasiswa Prodi Bahasa Arab yang menjual KUE PIA keliling UNM untuk biaya kuliah. (Foto: Dasrin-Profesi)
Salfiah Ariana, Mahasiswa Prodi Bahasa Arab yang menjual KUE PIA keliling UNM untuk biaya kuliah. (Foto: Dasrin-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sibuk berjualan kue pia keliling Universitas Negeri Makassar (UNM) tak jadi penghalang bagi Selfiah Ariana meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,72. Dengan pekerjaan sampingan yang dilakoninya selama dua tahun terakhir itu, tak menyurutkan semangatnya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang peserta didik.

Tercatat IPK yang dimilikinya tidak pernah turun dari angka 3,72. Menurutnya prestasi ini bisa dicapai siapa saja bergantung dari manajemen waktu yang diterapkan. “Kuncinya adalah mengatur waktu antara bekerja dan kuliah,” tuturnya.

Senyum, tak pernah lepas dari wajahnya. Itu menjadi salah satu pencirinya dalam menjalani hidup. Meski harus membanting tulang untuk kebutuhan hidupnya.Tak ia pungkiri iri kadang datang saat melihat teman sebayanya, dengan nyaman berkuliah tanpa beban.

Apalagi pekerjaan ayah sebagai petani yang menggarap lahan milik orang lain membuatnya tidak mampu terlalu berharap dengan uang bulanan yang dikirimkan menuntutnya harus bekerja keras pula.

Ia berharap, kegiatannya ini dapat berkembang kedepannya. Modal awal yang hanya sebesar Rp. 30.000 kini telah menjadi Rp. 300.000. Belum seberapa mungkin, tapi keikhlasan dankegigihan yang menyertai hasil ini, yang membuatnya terasa berharga. (*)

*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 219