Program Sarjana Mengajar di daerah 3T (SM3T) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (Foto: Int)
Program Sarjana Mengajar di daerah 3T (SM3T) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Akhir-akhir ini hangat beredar kabar bahwa program sarjana mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (SM3T) bakal diberhentikan. Hal tersebut dikarenakan tingginya jumlah permintaan guru profesional di Indonesia.

Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ramli Umar menyampaikan bahwa hal tersebut hanya sebatas wacana. Para sarjana pendidikan tetap bisa bernanfas lega. Pasalnya program SM3T akan tetap berjalan.

“Itu hanya masih sebatas pemikiran-pemikiran, program SM3T akan tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tahun ini pihak Kemenresdikti telah mengajukan anggaran dan disetujui oleh presiden. Sehingga tahun ini perekrutan akan tetap terlaksana.

“Pihak kementerian itu sudah mengajukan anggaran untuk program SM3T dan diterima oleh presiden Jokowi, anggarannya cukup besar,” tambahnya.

Di samping itu, menanggapi tingginya permintaan guru profesional, Dosen Jurusan Geografi ini menjelaskan akan dibukanya PPG reguler. Ia mengharapkan program itu akan membantu pemenuhan kebutuhan guru profesional.

“Dibuka jalur mandiri, namun teknisnya belum selesai, diusahakan bulan Juni dirampungkan,” tutupnya. (*)


*Reporter: Dewi Ulfah