Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswa (PD III) Fakultas Teknik, Bakhrani Rauf menjadi perwakilan UNM di ameran miniatur karya arsitek dari limbah koran diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di Hotel Four Point Sheraton, Makassar, Rabu hingga Sabtu (5-8/4) . Pihak UNM sendiri berhasil memamerkan empat miniatur seperti Menara Pinisi, Gedung Kupu-kupu, Rumah Toraja dan Gedung Miring.

 

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswa (PD III) Fakultas Teknik, Bakhrani Rauf menjadi perwakilan UNM di ameran miniatur karya arsitek dari limbah koran diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di Hotel Four Point Sheraton, Makassar, Rabu hingga Sabtu (5-8/4) . Pihak UNM sendiri berhasil memamerkan empat miniatur seperti Menara Pinisi, Gedung Kupu-kupu, Rumah Toraja dan Gedung Miring.

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) ikuti pameran miniatur karya arsitek dari limbah koran. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di Hotel Four Point Sheraton, Makassar, Rabu hingga Sabtu (5-8/4).

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FT, Bakhrani Rauf mengatakan, FT merupakan perwakilan dari UNM telah mengusung miniatur arsitektur dari limbah koran untuk diikutsertakan pada ajang pameran IAI.

“Miniatur Pinisi dan Gedung Kupu-kupu FMIPA dari limbah koran ini merupakan hasil kerjasama antara dosen dan mahasiswa,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada proses pembuatannya mereka menghabiskan waktu kurang lebih sebulan untuk menyelesaikan empat miniatur seperti Menara Pinisi, Gedung Kupu-kupu, Rumah Toraja dan Gedung miring.

“Tidak hanya membutuhkan waktu sebulan. Untuk menyelesaikan miniatur dari limbah koran ini juga menghabiskan sebanyak 1.500 lembar limbah koran,” bebernya.

Lebih lanjut, Dosen Teknik Sipil dan Perencanaan ini menambahkan akan membuat karya yang lebih besar lagi sehingga bisa berguna bagi masyarakat.

“Kedepannya kita akan membuat dengan ukuran 1×1, sehingga nantinya tidak hanya sebagai miniatur saja tetapi bisa juga digunakan sehingga bisa bernilai ekonomi,” tandasnya. (*)


*Reporter: Noval Kurniawan