Alga Sanjaya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang terpilih sebagai Mawapres UNM 2016. (Foto: Tahrin-Profesi)
Alga Sanjaya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan saat terpilih sebagai Mawapres UNM 2016. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Negeri Makassar (UNM) 2016, Alga Sanjaya berbagi tips untuk menjadi Mawapres. Menurutnya, terdapat tujuh poin yang harus diperhatikan mereka sebelum ikut dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2017.

Berikut tujuh tips dari Alga Sanjaya:

1. Usahakan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) selalu meningkat tiap semester. Rajin belajar, manajemen waktu dengan baik, dan berkomunikasi yang baik dengan dosen.

2. Tidak usah belajar jauh untuk Bahasa Inggris, mulai dari semester awal belajar otodidak dan manfaatkan media disekelingmu. Contohnya, mendengar musik dan film luar negeri kesukaanmu.

3. Publik Speaking saat presentasi dan diskusi di kelas anggaplah pembelajaran awal, Jadi jangan sungkan minta pendapat ke dosen dan teman-teman ketika presentasi dan diskusi.

4. Geluti Passionmu, mulai sekarang lihat bakat dalam dirimu apapun itu dan kemudian geluti dengan serius sebagai nilai plus untuk menjadi mahasiswa berprestasi, contoh jago menyanyi.

5. Belajar menulis, karena jadi Mahasiswa berprestasi harus punya Karya Tulis Ilmiah, Maka dari itu rajin membaca buku dan belajar memahamai dan memberikan solusi pada masalah sekitar kita. Kemudian hubungkan dengan teori yg sesuai dengan bidang pendidikanmu.

6. Ada jiwa kompetisi, cobalah ikut beberapa kompetisi sesuai dengan bidang kemampuanmu.

7. Ikut organisasi atau komunitas internal dan eksternal kampus sebagai pengembangan softskill dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, mahasiswa prodi BK ini mengatakan, untuk menjadi mahasiswa berprestasi tidak bisa instan, harus ada proses yang dilalui.

“Menjadi Mapres tidak bisa instan, perlu proses yang panjang dan jatuh bangun,” katanya.(*)

Pilmapres sendiri merupakan salah satu program tahunan yang diadakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) disetiap perguruan tinggi.


*Reporter: Musfirah