Workshop dan pelatihan bagi anak-anak Tuna Grahita dalam memperingati hari DOwn Syndrome sedunia oleh Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Kegiatahn ini dilaksanakan di
Workshop dan pelatihan bagi anak-anak Tuna Grahita dalam memperingati hari DOwn Syndrome sedunia oleh Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Kegiatahn ini dilaksanakan di Baruga Anging Mamiri, Sabtu (1/4). (Foto: Ist)
Workshop dan pelatihan bagi anak-anak Tuna Grahita dalam memperingati hari DOwn Syndrome sedunia oleh Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Kegiatahn ini dilaksanakan di Baruga Anging Mamiri, Sabtu (1/4). (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Memperingati hari Down Syndrome se-dunia yang jatuh pada 21 Maret lalu, Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Workshop dan Pelatihan bagi anak-anak Down Syndrome di Baruga Anging Mamiri, Sabtu (1/4).

Workshop dan pelatihan yang mengusung tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kemandirian Siswa Tuna Grahita dalam Menghadapi Dunia Kerja” ini diikuti oleh anak-anak Down Syndrome, orang tua siswa, pemerhati anak berkebutuhan khusus, mahasiswa dan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Makassar.

Ketua Panitia, Dewi Arya Lestari menuturkan kegiatan tersebut diadakan sebagai persiapan bekal bagi orang tua dan guru untuk mendidik anak-anak tuna grahita dalam bersosialisasi.

“Workshop ini bertujuan sebagai persiapan bagi orangtua dan guru bagaimana mereka memberikan suatu bekal untuk anak mereka terkhusus anak down syndrome agar mampu menjadi masyarakat yg sosial,” tuturnya.

Dewi berharap melalui kegiatan ini nantinya anak-anak berkebutuhan khusus ini mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. “Semoga mereka mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat agar mereka diakui keberadaannya dan dapat berguna di keluarga dan masyarakat selepas masa sekolahnya selesai,” harapnya. (*)


*Reporter: Abdul Wahid Muhsin