Musim hujan, mahasiswa FIK siapkan atap darurat untuk menahan air saat hujan melanda. (Foto: Agung-Profesi)
Musim hujan, mahasiswa FIK siapkan atap darurat untuk menahan air saat hujan melanda. (Foto: Agung-Profesi)
Musim hujan, mahasiswa FIK siapkan atap darurat untuk menahan air saat hujan melanda. (Foto: Agung-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Jendela tanpa kaca serta dua tiang bambu dipakai untuk menopang seng sudah menjadi pemandangan yang tak asing bagi mahasiswa di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olaraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Pasalnya, atap yang ala kadarnya itu dibuat untuk menahan air masuk saat hujan melanda. Padahal, atap darurat tersebut telah dipasang selama satu semester, namun belum juga diperbaiki hingga kini.

Salah satu mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Andi Fadillah B mengungkapkan jika tak dipasangi atap tersebut, perkulihan di jurusan mereka akan terganggu karena ruang kelas yang minim. Apalagi jika salah satu kelas tak dipergunakan karena hujan, perkuliahan bisa langsung terhenti.

“Ruang perkuliahan yang bocor itu mengganggu perkuliahan, apalagi cuaca yang seperti ini musim hujan. Jadi kalau sementara hujan perkuliahan kita dipindahkan ke ruangan yang lain, padahal ruang kuliah hanya ada tiga,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Hikmad Hakim, Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga membenarkan hal tersebut. Bahkan mereka yang langsung terjun memasang atap darurat bersama mahasiswa.

“Kita sudah tahu terkait kelas yang bocor itu, yang pasang kemarin itu sekretaris jurusan dengan anak-anak mahasiswa,” katanya

Lanjut, Hikmad menjelaskan bahwa mereka sengaja mengambil tindakan seperti itu karena pihak fakultas belum mampu memperbaiki ruangan tersebut meski sudah lama dilaporkan.

“Sudah dikomunikasikan dengan pihak fakultas, katanya secepatnya akan diperbaiki. Kita juga kasihan kalau mahasiswa harus kuliah diruangan kalau lagi hujan deras, jadi kadang lebih baik tidak kuliah kalau lagi hujan,” sesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FIK, Andi ikhsan mengatakan akan segera memulai pekerjaan perbaikan. Bahkan ia berencana untuk memperbaiki semua ruangan yang bermasalah.

“Terkait ruangan di belakang itu kita sudah mau mulai mi pengerjaannya tapi karena masih musim hujan jadi orang masih agak takut untuk kerja karena itu ruangan di belakang tidak bisa di kerja satu-satu harus dibongkar dulu semua,” janjinya. (*)


*Tulisan ini  terbit di Tabloid Profesi edisi 211