Sejumlah kursi undangan tampak kosong lantaran penundaan pelantikan selama sekira tujuh jam. (Foto : Agung-Profesi)
Sejumlah kursi undangan tampak kosong lantaran penundaan pelantikan selama sekira tujuh jam. (Foto : Agung-Profesi)
Sejumlah kursi undangan tampak kosong lantaran penundaan pelantikan selama sekira tujuh jam. (Foto : Agung-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Ketua Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Universitas Negeri Makassar (UNM) merasa kecewa lantaran ditundanya pelantikan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka menyayangkan tindakan birokrat yang telah menunda kegiatan tersebut.

Presiden BEM FIS, Saenal misalnya. Ia mengatakan terkait insiden ini dirinya sebagai orang yang bergelut di dunia lembaga sangat menyayangkan hal tersebut.

“Harus ada ketegasan dari pihak pimpinan untuk melantik teman-teman. Entahlah apa masalahnya yang jelas kita kecewa karena hal seperti ini akan mempengaruhi kerja-kerja lembaga kedepannya,” katanya

Senada dengan hal tersebut presiden BEM FIP Aswar juga mengungkapkan rasa kekecewaannya. Menurutnya, pengurus Maperwa/BEM saat ini telah sesuai prosedur dan dianggap sudah siap dilantik.

“Tidak ada hak dari birokrasi untuk menunda. Karena secara administrasi teman-teman BEM dan Maperwa sudah sah sebenarnya. Tapi entah apa maunya birokrasi saat ini. Dan kita kecewa karena sudah sejak tadi kita menunggu. Dan dengan adanya insiden seperti ini menunjukan bahwa LK dan Birokrasi tidak bisa bersinergi,” ungkapnya.

Lanjut Ketua Maperwa FBS Wahyu Gandi juga mengatakan hal yang sama. Ia menyebut sikap pihak birokrat sangat tidak mencerminkan sikap pemimpin.

“Hampir semua pihak dirugikan. Satu kata untuk ayahanda tarik ulurnya ayahanda ini menandakan bahwa UNM bersama dengan birokrasi dan mahasiawa tidak sejalan dan sulit dipersatukan,” ujarnya. (*)


*Reporter: Ayu Ananda Pratiwi