Abdul Azis Ahmad saat duduk bersama guru besar lainnya dalam Pengukuhan Professor di RuangTeater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (21/3) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Abdul Azis Ahmad saat duduk bersama guru besar lainnya dalam Pengukuhan Professor di RuangTeater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (21/3) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Abdul Azis Ahmad saat duduk bersama guru besar lainnya dalam Pengukuhan Professor di RuangTeater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (21/3) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Guru Besar bidang Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdul Azis Ahmad membawakan orasi ilmiah tentang nuansa seni. Hal tersebut diungkapkannya saat di Pengukuhan Professor di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (21/3).

Abdul Azis Ahmad mengatakan, kehidupan manusia tidak terlepas dari nuansa seni. Apresiasi seni muncul ketika kontak antara objek seni dan seniman terjadi.

“Terjadinya kontak batin antara seni dan manusia itulah inti seni yang sebenarnya,” ucapnya

Ketua Program Studi (Prodi) Seni Rupa ini menambahkan, seni sebagai unsur budaya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan. Seni dapat meningkatkan kreatifitas dan imajinasi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap fisik maupun emosi manusia.

“Pengaruh seni sangat besar, terutama terhadap emosi manusia,” katanya.

Aziz menilai, saat ini karya seni terutama seni rupa kurang diapresiasi. Padahal, jika ditilik dari proses pembuatannya, karya seni sebenarnya penuh dengan nilai artistik. Maka tak heran jika membutuhkan waktu yang lama.

“Sungguh piluk hati jika lukisan yang dibuat begitu lama lantas orang yang melihat karya tersebut mengatakan kenapa begini,” ungkapnya.

Ia pun berharap, karya seni bisa lebih diapresiasi. Menurutnya, setiap karya seni yang diciptakan memiliki ciri khas tersendiri. “Jadi artinya kita harus percayai karya seseorang dan kekreatifan membuat karya seni,” tutupnya.


*Reporter: Masturi