Terlihat jendela pecah yang terdapa di ruang seminar di FIK - (Foto: Dok. Profesi)
Terlihat jendela pecah yang terdapa di ruang seminar di FIK - (Foto: Dok. Profesi)
Terlihat jendela pecah yang terdapa di ruang seminar di FIK – (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – September lalu, Andi Ihsan dilantik menjadi Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan periode 2016-2020. Tentu cercah harapan dititipkan oleh sivitas FIK kepada pelanjut tahta Arifuddin Usman. Namun sepertinya masihlah harus bersabar menanti janji yang diberikan eks Pembantu Rektor bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PR II) era Arismunandar ini.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIK UNM, Riswandi Haris menilai belum ada revitalisasi signifikan dibawah nahkoda baru. Perbaikan lapangan outdoor basket masih termasuk kebijakan dekan sebelumnya, Arifuddin Usman. “Secara kasat mata belum ada yg bisa dilihat dan dinikmati. Butuh perhatian dan juga pembaruan fasilitas yang kurang layak,” bebernya.

Mahasiswa angkatan 2012 ini mengaku sedang menunggu realisasi janji pimpinannya. Pasalnya mereka acap kali ingin melakukan dialog namun akhirnya harus bersabar. “Kalau ditanya terkait itu mereka mengatakan pembenahan akan dilakukan dengan bertahap. Olehnya kami akan bersabar menunggu perubahan di kampus ini,” ketusnya.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FIK Andi Ihsan, mengaku belum bisa melakukan apapun. Terlebih pada peningkatan sarana dan prasarana. Pasalnya, ia baru saja menjabat September lalu, yang dilakukan hanyalah melanjutkan warisan daripejabat sebelumnya.

“Saya menjabat akhir tahun dan itu adalah proses penghabisan anggaran. Tinggal menjalankan progres dekan sebelumnya, dan ini dilakukan secara bertahap,” ketusnya.

Eks Asisten Direktur Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (Asdir II) Program Pascasarjana UNM ini menambahkan, dirinya akan menjalankan amanah sesuai visi misi universitas dan fakultas. Sasaran kedepannya akan memperbaiki kelayakan sarana kampus dan akan terlaksana jika anggaran perbaikan telah dicairkan.

“Tentu tujuan utamanya menjalankan tridharma perguruan tinggi sesuai kemampuan. Juga tak lupa memperbaiki sarana kampus jika anggaranya telah cair,” bebernya. (tim)


*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 210