Akun Line Official pengkritik kampus FE UNM, Potret Ekonomi. (Foto: Int)
Akun Line Official pengkritik kampus FE UNM, Potret Ekonomi. (Foto: Int)
Akun Line Official pengkritik kampus FE UNM, Potret Ekonomi. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Kebebasan mengemukakan pendapat kini bukan lagi menjadi hal yang susah. Apalagi kebebasan mengakses internet turut menjadi pendukung kebebasan itu.

Bagi mahasiswa UNM sendiri, memanfaatkan sosial media seperti Line untuk mengemukakan pendapat bukan lagi hal tabu. Banyaknya akun Official Account Line mengatas namakan berbagai fakultas di UNM menjadi ruang tersendiri bagi mahasiswa UNM untuk berpendapat.

Realita Kampus Ungu, Potret FE, Seputar Sosial, Tentang FIP sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa yang mengikuti akun-akun tersebut. Berbagai akun itu tak jarang menyampaikan keluhan serta kritikan terhadap kondisi kampus.

Cara kerjanya, akun-akun tersebut menerima kiriman-kiriman dari pengikut akun itu berupa tulisan, foto dan video. Kiriman-kiriman itu selanjutnya dikelola oleh admin untuk disebarluaskan.

Realita Kampus Ungu misalnya, sosmed buatan mahasiswa FBS itu menyebut akun itu sebagai media agitasi dan propaganda yang digunakan untuk menyebarkan informasi terkait permasalahan internal FBS.

fbs
Akun Line Official pengkritik kampus FBS UNM, Realitas Kampus Ungu. (Foto: Int)

Akun dengan 600 pengikut ini pernah membagikan foto salah satu kelas di FBS yang kebanjiran, fasilitas pendingin ruangan yang tak bisa difungsikan, hingga keluhan-keluhan mahasiswa terhadap kebijakan yang ada di FBS.

Tak jauh berbeda dengan Tentang FIP. Akun ini pernah membagikan foto kondisi tempat sampah yang tak layak digunakan dan hanya menjadi sekedar pajangan di lingkungan FIP.

fip
Akun Line Official pengkritik kampus FIP UNM, Tentang FIP. (Foto: Int)

Melihat fenomena ini, apakah munculnya akun-akun tersebut mampu menyampaikan aspirasi mahasiswa dengan benar serta memberikan dampak positif untuk kampus atau mungkin sebaliknya? anda sebagai pembaca juga bebas menyimpulkan sendiri. (*)


*Penulis: Nurul Fildzah Zatalini