Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Romario Basirung meraih "The Best Innovation" dalam ajang Youth Economic Leadership Program (YELP) yang berlangsung di Bogor pada 7 hingga 9 Maret - (Foto: Ist)
Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Romario Basirung meraih "The Best Innovation" dalam ajang Youth Economic Leadership Program (YELP) yang berlangsung di Bogor pada 7 hingga 9 Maret - (Foto: Ist)
Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Romario Basirung meraih “The Best Innovation” dalam ajang Youth Economic Leadership Program (YELP) yang berlangsung di Bogor pada 7 hingga 9 Maret – (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Romario Basirung meraih “The Best Innovation” dalam ajang Youth Economic Leadership Program (YELP). Kegiatan yang diadakan oleh Bank Indonesia Institue (BINS) yang berlangsung di Bogor pada 7 hingga 9 Maret.

Mario menjelaskan, dari 1.053 proyek yang ada, miliknya dengan nama “e-APBDes” lolos di tahap pertama. Kemudian kembali dilakukan proses seleksi hingga akhirnya terdapat 40 yang terpilih. Hingga akhirnya, inovasi yang dibuatnya menang. Namun sebelumnya, ia mengikuti pelatihan presentasi rencana implementasi project

Fungsi e-APBDes sendiri, yakni memberikan kemudahaan mengelola transparasi pengelolaan dana desa. Dengan melalui media Short Message Service (SMS), masyarakat pedesaan dapat mengetahui informasi yang ada tanpa harus terkoneksi dengan internet.

“Kalau e-APBDes ini dapat menyalurkan informasi melalui sms gateway dan pengumuman melalui media offline yang memadai di Desa,” jelasnya.

Lanjut, mahasiswa angkatan 2012 ini mengatakan, apabila pemerintah desa telah mengetahui tentang traparansi pengelolaan dana maka masyarakat akan antusias terlibat.“Perangkat desa juga akan dengan terbuka pada masukan masyarakat mengenai prioritas penggunaan anggaran di desa tersebut,” lanjutnya.

Proyek ini nantinya akan dimulai pada bulan Juli tahun 2017 di Desa Parekaju, Kec. Ponrang, Kab. Luwu sebagai Pilot Project Nasional. (*)


*Reporter: Nurul Atika/Editor: Muh. Agung Eka S