Peserta Seminar K3 saat mendengarkan materi yang dibawakan - (Foto: Ist)
Peserta Seminar K3 saat mendengarkan materi yang dibawakan - (Foto: Ist)
Peserta Seminar K3 saat mendengarkan materi yang dibawakan – (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) memiliki cara tersendiri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Diantaranya, meminimalisir kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas dan disaat itu juga kuantitas pekerja pasti akan meningkat permintaannya.

Manager Pembinaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Lembaga Profesi  Teknik Manajemen (LPTM), Abdullah Nurdin mengatakan jalan lain untuk mensinkronkan kepedulian tersebut adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat umum dan pekerja secara khusus demi tercapainya pengetahuan dan
skill.

“K3 tersebut adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan kerja nantinya, serta memberikan pembinaan ataupun pelatihan K3 kepada masyarakat”, ungkap alumni Teknologi Pendidikan Ini, Sabtu (26/2).

Sementara itu, alumni Jurusan Teknologi Pendidikan lainnya, Andi Asmar Saddam mengatakan bahwa, sebagai pelaksana Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan (K3L) atau HSE (Healty Safety and Envoriment) harus menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan diproyek, dan diproyek manapun itu.

“Setiap pelaksana K3 harus memperhatikan kesehatan semua orang yang ada dalam area proyek, dan di adakan tindak lanjut jika ada karyawan ataupun pekerja yg memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk bekerja,” katanya. (*)


*Reporter: Muh. Agung Eka S