Oslan Jumadi, Guru Besar UNM dalam bidang ilmu Biologi saat membawakan orasi ilmiah tentang Mikroorganisme di Ruang Teater Menara Pinisi (21/2). (Foto: Resa Saputra-Profesi)
Oslan Jumadi, Guru Besar UNM dalam bidang ilmu Biologi saat membawakan orasi ilmiah tentang Mikroorganisme di Ruang Teater Menara Pinisi (21/2). (Foto: Resa Saputra-Profesi)
Oslan Jumadi, Guru Besar UNM dalam bidang ilmu Biologi saat membawakan orasi ilmiah tentang Mikroorganisme di Ruang Teater Menara Pinisi (21/2). (Foto: Resa Saputra-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Oslan Jumadi, Guru Besar dalam bidang ilmu Biologi membawakan orasi ilmiah mikroorganisme dan opsi mitigasi gas-gas rumah kaca pada prosesi pengukuhan guru besar Universitas negeri Makassar (UNM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Teater lantai tiga Menara Pinisi, Selasa (21/2).

Oslan Jumadi menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pemanasan global dan perubahan iklim telah memberi atensi masyarakat dunia untuk mengetahui proses penyebab pemanasan global dan mencari solusi sehingga pemanasan global dan dampaknya dapat ditangani atau diadaptasi.

“Pemanasan global telah memberi atensi masyarakat dunia untuk mencari solusi agar bisa menangani pemanasan global dan perubahan iklim saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Oslan Jumadi mengatakan pemanasan global merupakan proses meningkatnya suhu permukaan bumi yang dipicu oleh peningkatan akumulasi emisi gas-gas rumah kaca (GRK).

“Secara teoritis GRK di muka bumi ini sangat penting namun karena berbagai aktivitas manusia terutama proses industri, pertanian, dan transportasi menyebabkan GRK yang diemisikan ke atmosfer terus meningkat. Gejala ini juga diikuti oleh naiknya suhu air laut dan perubahan pola iklim yang  di prediksi akan menyebabkan banyak kerugian bagi manusia,” jelasnya.

Dosen Jurusan Biologi ini menjelaskan, opsi-opsi mitigasi gas rumah kaca penyebab pemanasan global secara biologis tidak lepas dari pemahaman proses metabolisme sel mikroorganisme dalan melakukan konversi subtrat untuk tumbuh dan menghasilkan metabolit gas-gas rumah kaca. Sehingga pemahaman metabolisme ini menjadi dasar pengambilan opsi mitigasi yang berkesinambungan.

“Hasil kajian kami, mengindikasikan bahwa penerapan kombinasi bahan penghambat nitrifikasi dan bahan lepas lambat seperti zeolite pada lahan berearasi merupakan opsi yang terbaik dalam menekan atau menurunkan emisi gas rumah kaca khususnya gas N2O,” jelasnya. (*)

*Reporter: Andi Asoka Ulfa/Editor: Nurul Charismawaty S