Pasca bentrok, anggota Polisi Sektor (Polsek) Tamalate berjaga disekitar kampus UNM Parangtambung, Senin (20/2). (Foto: Abdul Wahid Muhsin-Profesi)
Pasca bentrok, anggota Polisi Sektor (Polsek) Tamalate berjaga disekitar kampus UNM Parangtambung, Senin (20/2). (Foto: Abdul Wahid Muhsin-Profesi)
Pasca bentrok, anggota Polisi Sektor (Polsek) Tamalate berjaga disekitar kampus UNM Parangtambung, Senin (20/2). (Foto: Abdul Wahid Muhsin-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 20 anggota Polisi amankan kampus UNM Parangtambung, Senin (20/2). Pengamanan tersebut dilakukan pasca terjadinya aksi bentrok yang terjadi di area Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Teknik (FT) sekitar pukul 17.30 Wita, Senin (20/2).

Salah satu anggota Polisi yang berjaga di area tersebut menduga motif bentrok tersebut merupakan masalah pribadi. “Hal-hal yang terjadi di luar kampus dibawa ke kampus dijadikan momen untuk tawuran,” tuturnya.

Anggota Polisi Sektor (Polsek) Tamalate tersebut menambahkan, pihak kepolisian telah kordinasi dengan pihak kampus. “Kita sudah berkordinasi dengan pihak kampus. Sehingga pihak kampus memundurkan masing-masing mahasiswanya,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, sejumlah mahasiswa yang masih mengikuti proses perkuliahan terpaksa berlarian keluar kampus untuk menghindari bentrok. (*)


*Reporter: Abdul Wahid Muhsin