Pembina Ekskul Jurnalistik SMA Negeri 1 Sinjai, Takdir Kahar saat membawakan materi "Manajemen LPS" dalam Safari Jurnalistik di Aula SMA Negeri 1 Sinjai Utara, Sabtu (18/2) - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Penulis Novel dan Puisi, Andika saat membawakan materi "Menulis Kreatif" dalam Safari Jurnalistik di Aula SMA Negeri 1 Sinjai Utara, Sabtu (18/2) - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Penulis Novel dan Puisi, Andika saat membawakan materi “Menulis Kreatif” dalam Safari Jurnalistik di Aula SMA Negeri 1 Sinjai Utara, Sabtu (18/2) – (Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pembina Ekskul Jurnalistik SMA Negeri 1 Sinjai Utara, Takdir Kahar menyebut jurnalistik merupakan karya tulis yang unik. Hal itu disampaikan saat membawa materi dalam Safari Jurnalistik di Aula SMA Negeri 1 Sinjai Utara, Sabtu (18/2).

“Mengelola Lembaga Pers Siswa (LPS) di sekolah sejatinya adalah pekerjaan yang unik bila dibandingkan dengan organisasi lain yang ada,”katanya.

Takdir Kahar menambahkan, meski unik namun hal tersebut perlu dikembangkan. Adanya manajemen redaksi dalam suatu perusahaan pers sangat perlu guna menunjang kelancaran kerja keredaksionalan demi membuat sebuah karya tulis menarik. Menurutnya, pembagian kerja disertai dengan tanggung jawab akan menambah nilai lebih suatu organisasi pers.

“Dalam tataran perusahaan pers seperti LPS dan LPM ataupun media umum pasti sudah jelas pembagian kerjanya. Seperti pemimpim redaksi yang bertugas mengkoodinir pemberitaan dan jabatan lainnya seperti Ketua, Redaktur, Reporter, Fotografi dan Layouter,”tambahnya.

Guru Bahasa Indonesia ini mengakui dalam konteks rill, mengelola LPS masih menemui tantangan.

“Ada beberapa pihak memang tidak mendukung dan belum berpikir jauh bahwasanya jurnalistik itu penting bagi siswa guna menciptakan siswa yang hebat menulis. Sebenarnya disitu keunikan jurnalistik,”tutupnya. (*)

*Reporter: Resa Saputra/Editor: Muh. Agung Eka S