Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menghadiri Diskusi Perluni UNM di Ballroom Sandeq, Hotel Clarion, Selasa (7/2) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menghadiri Diskusi Perluni UNM di Ballroom Sandeq, Hotel Clarion, Selasa (7/2) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menghadiri Diskusi Perluni UNM di Ballroom Sandeq, Hotel Clarion, Selasa (7/2) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengungkapkan, pungutan liar (Pungli) saat ini rawan terjadi di dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat membawakan materi dalam Diskusi Perhimpunan Alumni (Perluni) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Ballroom Sandeq, Hotel Clarion, Selasa (7/2).

“Geliat korupsi sekarang sudah meramba ke dunia pendidikan, ini sudah sangat menyedihkan,” katanya.

Menurutnya, salah satu jalan untuk mengatasi korupsi di dunia pendidikan dengan mulai memperbaiki karakter siswa dan mahasiswa. Meningkatkan kualitas pendidikan pun penting dan segera dilakukan.

“Pendidikan karakter bukanlah hal yang bisa ditawar-tawar sekarang, harus segera terlaksanakan,” tambahnya.

Ia pun menyarankan, pendidikan “Sombere dan Smart” yang merupakan program pemerintah kota Makassar sudah sepatutnya masuk ke pendidikan sekolah.

“Sombere merupakan pendidkan lokal di makassar berupa sopan santun dan smart pendidikan intelektual, berupa pengetahuan,” tutupnya. (*)


*Reporter: Wahyudin/Editor: Resa Saputra