Kepala Sub Direktorat Akademik Pembelajaran dan Kemahasiswaan(Belmawa)Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Eddy Mulyoanto saat berpidato di Yudisium dan Wisuda Pendidikan Profesi Guru (PPG) periode IV di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Masturi - Profesi)
Kepala Sub Direktorat Akademik Pembelajaran dan Kemahasiswaan(Belmawa)Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Eddy Mulyoanto saat berpidato di Yudisium dan Wisuda Pendidikan Profesi Guru (PPG) periode IV di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Masturi - Profesi)
Kepala Sub Direktorat Akademik Pembelajaran dan Kemahasiswaan(Belmawa)Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Eddy Mulyoanto saat berpidato di Yudisium dan Wisuda Pendidikan Profesi Guru (PPG) periode IV di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) – (Foto: Masturi – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Kepala Sub Direktorat Akademik Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Eddy Mulyoanto berbagi tips menjadi guru profesional. Hal tersebut disampaikan saat Yudisium dan Wisudawan Program Profesi Guru (PPG) Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) dan Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) di Ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Jumat (20/1).

“Guru yang profesional ialah guru yang mampu menjadikan siswanya berkarakter. Itu tidaklah mudah,” ucapnya.

Eddy menambahkan, guru yang profesional harus mempunyai inovasi dan media pembelajaran yang dapat mendukung proses pembelajarannya. Tujuaanya untuk melahirkan anak didik berilmu, bermartabat dan berkarakter.

“Kurikulum yang baik tak ada artinya tanpa guru profesional yang mampu mengembangkan kompetensi dan menemukan potensi anak didiknya,” tambahnya.

Ia berpesan, guru yang tak bisa melakukan kiat tersebut maka tak mampu bersaing secara internasional. (*)


*Reporter: St. Aminah