15991362_1751834455137302_1080639441_o
Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti, Bunyamin Maftuh saat menghadiri pengukuhan guru besar UNM yang berlangsung di ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (12/1). (Foto:Ayu Ananda Pratiwi-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti, Bunyamin Maftuh menegaskan, profesor yang tidak produktif maka tunjangan profesi maupun tunjangan kehormatannya akan dicabut. Hal ini ia sampaikan saat membawakan sambutan dalam Pengukuhan Profesor Universitas Negeri Makassar (UNM), di Ruang Teater lantai 3 Gedung Pinisi, Kamis, (12/1).

Bunyamin mengatakan, sekarang Kemenristekdikti mempunyai program untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi profesor. Setiap dua tahun sekali akan dilakukan evaluasi terhadap semua profesor untuk menilai kinerjanya.

“Kami akan evaluasi, jadi kalau tidak produktif maka tunjangannya akan dicabut. ini bukan mengancam ya,” tegasnya.

Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menambahkan, meskipun belum ada aturan yang mengikat hal tersebut, namun dalam waktu dekat ini akan dibuat UU yang mengatur tunjangan dosen.

“Aturan tersebut akan segera dibuat,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa jumlah profesor yang dimiliki Indonesia masih sangat sedikit sekali. Hal ini jika dibandingkan dengan rasio jumlah dosen.

“Sekarang persentase jumlah profesor kita hanya 3% dari jumlah keseluruhan dosen. Angkanya masih sedikit,” tuturnya.

Ia pun berharap, para dosen semangat untuk meraih gelar pendidikan tertinggi tersebut. Dengan harapan jumlah profesor Indonesia bisa lebih meningkat lagi.

“Bukan perjuangan yang mudah untuk meraih gelar profesor, namun saya harap para dosen semangat agar bisa meraih gelar itu,” harapnya. (*)


*Reporter: Ratna