Konferensi pers pembentukan tim ad hoc IKA UNM yang digelar di Ruang Rapat Rektor, Lt.7 Menara Pinisi, Sabtu (28/12) - (Foto: Ist)
Konferensi pers pembentukan tim ad hoc IKA UNM yang digelar di Ruang Rapat Rektor, Lt.7 Menara Pinisi, Sabtu (28/12) - (Foto: Ist)
Konferensi pers pembentukan tim ad hoc IKA UNM yang digelar di Ruang Rapat Rektor, Lt.7 Menara Pinisi, Sabtu (28/12) – (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Pasca Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (Mubes IKA UNM) VI di Hotel La Macca Mei lalu, Rektor UNM, Husain Syam menyatakan tak ada aktivitas yang diakui mengatasnamakan IKA. Hal tersebut ditegaskan Hasnawi Haris yang mewakili Rektor UNM pada Konferensi Pers di Ruang Rapat Rektor Lt.7 Menara Pinisi UNM, Rabu (28/12).

“Dalam pernyataan keputusan rektor bahwa segala lembaga, aktivitas atau organisasi yang melaksanakan kegiatan atas nama IKA pasca dilaksanakannya Mubes Mei dianggap tidak ada,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial ini.

Sehingga, lanjutnya, klaim yang dilakukan produk mubes VI dianggap tidak ada. Begitupun halnya dengan tim 17 atau tim penyelamat tidak dikenal dalam tata kelola organisasi.

Perseteruan antar kubu yang mengatasnamakan IKA UNM diharapkan dapat berakhir melalui tim ad hoc. Rencananya, tim ad hoc akan dibentuk pada Januari mendatang. “Tim ad hoc yang akan melaksanakan mubeslub IKA dan menghasilkan kepengurusan IKA yang kuat, profesional,” tandasnya.

Dalam konferensi pers yang digelar siang tadi, sejumlah pejabat kampus tampak hadir. Di antaranya, Muharram (Pembantu Rektor Bidang Akademik), Hasnawi Haris (Dekan FIS), Muhammad Jufri (Dekan FPsi), Andi Ihsan (Dekan FIK), Syarifuddin Dollah (Dekan FBS), Hamsu Abdul Gani (Asdir II PPs), dan Nur Zakaria Leo (Kajur Geografi). (*)


*Reporter: Awal Hidayat

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0