Acara pembukaan Camping Bocah Muslim (C-Bom) untuk anak Sekolah Dasar (SD) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaksanakan oleh Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) giatan ini diadakan di Family Farm, Puncak Maros, Kab. Maros mulai 23-25 Desember 2016. (Foto: Ist)
Acara pembukaan Camping Bocah Muslim (C-Bom) untuk anak Sekolah Dasar (SD) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaksanakan oleh Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) giatan ini diadakan di Family Farm, Puncak Maros, Kab. Maros mulai 23-25 Desember 2016. (Foto: Ist)
Acara pembukaan Camping Bocah Muslim (C-Bom) untuk anak Sekolah Dasar (SD) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaksanakan oleh Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) giatan ini diadakan di Family Farm, Puncak Maros, Kab. Maros mulai 23-25 Desember 2016. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Camping Bocah Muslim (C-Bom) untuk anak Sekolah Dasar (SD) se-Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan ini diadakan di Family Farm, Puncak Maros, Kab. Maros mulai 23-25 Desember 2016.

Ketua Panitia, Iksan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai islam dan rukun islam pada peserta. Lebih mengetahui lebih dalam lagi tentang islam.

“Untuk menumbuhkan nilai-nilai keislaman pada anak, kita mengajarkan bagaimana pandangannya tentang islam dan di ajari juga sholat,” katanya.

Mahasiswa 2015 ini inginkan peserta yang ikut itu dapat menerapkan nilai islam baik dalam dirinya maupun orang lain. dan dapat belajar tentang amalan yang ada dalam islam.

“Bagaimana nantinya outputnya ini anak-anak bisa menerapkan, kegiatan-kegiatan Islam contohnya kayak bagaimana caranya menerapkan rukun islam, sholat 5 waktu, puasa pada bulan ramadhan,” ucapnya.

Ia pun mengharapkan pesertanya dapat mengetahui Islam lebih dalam. Tak hanya itu, para peserta juga bisa membagikan ilmunya kepada orang yang disekitarnya.

“Semoga pada kegiatan ini kita bisa bandingkan bagaimana kinerja-kinerja dan nilai-nilai keislaman pada anak baik itu nilai dari dalam diri anak-anak. Maupun itu, bisa di syiarkan keluar ke masyarakat bukan saja orang-orang yang memiliki ilmu dan dapat mensyiarkan agama islam,” harapnya. (*)


*Reporter: Masturi
Editor: Nurul Charismawaty S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0